Aksi Geng Motor Makin Brutal hingga Serang Polisi, Sosiolog UNM: Akarnya Masalah Ekonomi

PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Dua bulan terakhir, teror geng motor kembali marak di Kota Makassar. Polanya mirip era Kapolrestabes sebelumnya Brigjen Pol Mokhamad Ngajib, sebelum aparat betul-betul memberi efek jera kepada para pelaku.
Setelah estafet kepemimpinan Polrestabes Makassar diambil alih Kombes Pol Arya Perdana, komplotan geng motor kembali muncul dan seakan tidak takut pada polisi.
Menanggapi hal tersebut, Sosiolog Universitas Negeri Makassar, Idham Irwansyah, menyebut fenomena itu sangat erat kaitannya dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Geng motor dan praktik premanisme seperti pemalakan juru parkir yang melakukan intimidasi di ruang publik seringkali berkaitan erat dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat,” ujar Idham kepada fajar.co.id, Selasa, 5 Mei 2026.
Dikatakan Idham, meningkatnya pengangguran dan ketidakpastian kerja memunculkan tekanan sosial dan ekonomi yang besar.
“Terutama bagi kelompok muda yang sulit mengakses lapangan kerja formal,” sebutnya.
Dalam situasi demikian, lanjut Idham, bergabung dengan geng motor atau menjalankan praktik premanisme bisa dibaca sebagai bentuk adaptasi atau respons terhadap keterbatasan ekonomi dan peluang kerja yang minim.
“Kelompok-geng seperti ini kerap kali menjadi ruang alternatif bagi mereka yang merasa terpinggirkan dalam struktur ekonomi,” tukasnya.
Gabung Geng Motor Dijadikan Ruang Alternatif
Lebih jauh, Idham mengatakan bahwa pelaku kriminal jalanan mencari cara survive secara ekonomis sekaligus membangun solidaritas kelompok yang memberi rasa identitas dan keamanan.
“Namun ruang alternatif ini umumnya berujung pada praktik sosial yang negatif dan merugikan masyarakat luas, seperti pemalakan, intimidasi, hingga kekerasan,” terangnya.
Kata dia, penegakan hukum tentu sangat penting sebagai upaya memberikan efek jera dan menjaga keamanan publik.
“Tetapi perlu dibarengi upaya penyelesaian akar penyebab seperti pengangguran dan ketidakpastian kerja,” Idham menuturkan.
Tambahnya, terdapat banyak cara untuk menyelamatkan generasi muda dari pergaulan bebas. Di antaranya pengembangan lapangan kerja dan ekonomi inklusif, program pembinaan dan pendidikan keterampilan, hingga penguatan peran keluarga dan komunitas.
“Ini dilakukan untuk mencegah anak muda tergoda masuk ke dalam kelompok negatif, dan memberikan ruang untuk pengembangan kegiatan pemuda yang positif,” kuncinya.
Deretan Teror Geng Motor Sepanjang April–Mei 2026
Catatan fajar.co.id, aksi brutal geng motor terjadi hampir tiap pekan:
1 April: Korban terkena busur di bagian leher saat berpapasan dengan komplotan geng motor di Jalan Emmy Saelan 3.
5 April 2026 dini hari: Di Jalan AP Pettarani dan Sungai Saddang, komplotan geng motor menyerang korban berinisial MFW, SHR, MAA. Serangan terjadi di tiga titik yang hampir bersamaan. Ketiga korban harus mendapatkan perawatan intensif.
Source link
