News

Pernyataan Amien Rais soal Seskab Teddy Disoal, Qodari: Saya Prihatin Profesor Jadi Korban Hoax



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan tokoh senior, Amien Rais yang menyinggung sosok Teddy menuai respons dari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari.

Pernyataan tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar luas di media sosial.

Dalam pernyataannya, Amien Rais menyampaikan pandangannya terkait Presiden Prabowo Subianto.

“Saya usulkan, Pak Prabowo secara kesatria, Prabowo melepaskan diri dari lendotannya si Teddy yang berbahaya itu,” kata Amien Rais.

Qodari: Amien Rais Terpengaruh Hoaks

Menanggapi hal tersebut, Qodari mengatakan bahwa pernyataan Amien Rais dipengaruhi oleh informasi yang tidak valid.

“Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor-doktor, telah menjadi korban dari hoax,” ujar Qodari dikutip fajar.co.id, Minggu (3/5/2026).

Ia menjelaskan, tudingan yang berkembang berasal dari konten media sosial yang tidak bisa dijadikan rujukan faktual.

Qodari mencontohkan salah satu konten yang menjadi sumber kesalahpahaman, yakni video lagu berjudul ‘Aku Bukan Teddy’.

“Kenapa korban dari hoax? Karena dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab dan Pak Teddy adalah gay,” Qodari menuturkan.

“Itu adalah sebuah akun yang di dalamnya berisi lagu berjudul Aku Bukan Teddy, yang dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa yang menyanyi itu adalah Ibu Titiek,” tambahnya.

Namun, menurutnya, jika ditelusuri lebih jauh, konten tersebut tidak sesuai dengan asumsi yang berkembang.

“Padahal kalau kita tonton video lagu Aku Bukan Teddy itu jelas bahwa satu yang nyanyi bukan Ibu Titiek,” tegasnya.

Konten Disebut Sekadar Hiburan

Ia juga menambahkan bahwa visual dalam video tersebut hanyalah kompilasi yang tidak berkaitan langsung.

“Yang kedua gambar Ibu Titiek di situ adalah kompilasi atau kolase dari berbagai gambar yang sebetulnya tidak ada hubungan dengan lagu,” timpalnya.

Qodari menyebut, dalam akun aslinya bahkan telah dicantumkan penjelasan bahwa konten tersebut bersifat hiburan.

“Bahkan saya lihat di akun aslinya, ternyata di situ sudah dibilang disclaimer bahwa itu bukan asli, itu adalah kepentingan entertainment, ya walaupun mungkin punya motivasi politik ya,” terang dia.

Lebih lanjut, Qodari mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap informasi yang beredar di media sosial, termasuk yang melibatkan teknologi kecerdasan buatan.

“Jadi ini contoh dari bahaya hoax dalam medsos, bahaya dari AI, bagaimana seorang tokoh sepintar, sesenior seperti Pak Amien Rais itu bisa menjadi korban hoax,” tandasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *