News

Komnas HAM soal Wacana Pigai Sertifikasi Aktivis: Semua Orang Bisa Jadi Pembela



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) menyampaikan pernyataan. Terkait wacana sertifikasi aktivis atau pembela HAM.

Wacana itu bergulir setelah pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai. Dia mengatakan pembela HAM nantinya akan dinilai oleh asesor.

“Semua orang bisa jadi pembela HAM. Pembela HAM tak perlu sertifikasi,” tulis Instagram resmi @komnas.ham, dikutip Jumat (1/5/2026).

Dijelaskan pula apa itu sebenarnya pembela HAM. Ditegaskan, pembela HAM siapa saja yang melakukan kerja untuk HAM.

“Pembela HAM adalah setiap orang, kelompok, atau organisasi yang secara konsisten melakukan kerja-kerja untuk memajukan, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia dengan cara-cara damai serta mengakui universalitas HAM,” tulis Komnaas HAM.

Prinsip dasarnya, tulis Komnas HAM, sederhana. Setiap orang berhak berpartisipasi dalam pemajuan dan pelindungan HAM.

“Status Pembela HAM lahir dari tindakan nyata dalam kerja-kerja HAM. Tidak membutuhkan sertifikasi, penilaian, atau persetujuan negara,” jelasnya.

Peran negara, yakni menghormati pembela HAM. Bahkan memastikannya aman.

“Negara justru memiliki kewajiban untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak Pembela HAM, serta memastikan ruang pembelaan HAM tetap aman dan kondusif bagi semua,” terangnya.

Klarifikasi Pigai

Pigai belakangan buka suara. Usai pernyataannya panen kritik.

Pigai menegaskan, narasi yang beredar di publik keliru. Ia mengklaim, fokus pemerintah justru pada perlindungan hukum bagi pembela HAM.

“Judul yang beredar itu keliru dan bisa menimbulkan persepsi yang salah. Saya justru sedang memastikan pelindungan maksimal untuk pembela HAM supaya mereka tidak bisa dipidana,” kata Pigai kepada wartawan, Jumat (1/5).

Menurut Pigai, perlindungan hanya diberikan kepada pihak yang membela kepentingan publik, khususnya kelompok rentan, tanpa kepentingan pribadi atau komersial.

“Kalau dia membela orang kecil, kaum lemah yang mau berjuang atas keadilan, baru dia kebetulan pembela HAM, maka ditetapkan pembela HAM,” tegasnya.
(Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *