News

Geng Motor di Makassar Tidak Takut Polisi, Kini Teror Warga dengan Airsoftgun



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Viral di Media Sosial (Medsos), komplotan geng motor kembali melakukan penyerangan di Kota Makassar. Kali ini mereka beraksi di wilayah Kecamatan Bontoala.

Dilihat fajar.co.id pada rekaman CCTV yang beredar, penyerangan itu terjadi di Jalan Langgau 8, Kecamatan Bontoala, pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 04.30 Wita.

“Sebuah kejadian yang sangat meresahkan dan mencekam terjadi di Jalan Langgau 8, Makassar menjelang waktu subuh. Para pelaku membawa senjata dan langsung melakukan aksi perusakan,” tertulis pada keterangan yang beredar.

Disebutkan bahwa para terduga pelaku merusak motor yang terparkir di depan rumah warga tanpa alasan yang jelas.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Menanggapi viralnya video komplotan geng motor itu, Kapolsek Bontoala, Kompol Andi Aris Abu Bakar menegaskan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan patroli di wilayah yang dianggap rawan.

“Namun tadi malam ada kejadian yang melakukan penyerangan, penyerangan ini tidak ada korban jiwa, karena sebenarnya mau melintas,” ujar Andi Aris saat ditemui di lokasi unjuk rasa Peringatan May Day di Flyover, Jumat sore.

Saat memasuki jalan Langgau 8, kata Andi Aris, komplotan geng motor berjumlah sekitar sepuluh dengan berboncengan dua itu berhenti dan melakukan pengerusakan.

“Sementara kami bersama Satreskrim Polrestabes Makassar sudah melakukan penyelidikan siapa-siapa yang melakukan pengerusakan,” sebutnya.

Andi Aris juga mengungkapkan bahwa salah seorang terduga pelaku membawa senjata untuk menakut-nakuti pemilik warung.

“Kalau dilihat dari video ada yang membawa senjata airsoftgun. Tapi sementara kami melakukan penyelidikan. Perkembangan di87 apabila sudah diamankan yang bersangkutan,” terangnya.

Polisi Minta Orangtua Berperan Jaga Anak

Agar hal serupa tidak lagi terjadi, Andi Aris meminta masyarakat, khususnya para orangtuanya dan pemerintah setempat agar menjadi garda terdepan mengantisipasi kejadian serupa terjadi.

“Kami memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga anaknya. Tokoh masyarakat silakan berkoordinasi dengan Kepolisian,” tandasnya.

“Peran dari RT/RW untuk menjaga wilayahnya sehingga masyarakat bisa nyaman,” kuncinya.

Saatnya Pelaku Diproses Tegas

Kriminolog Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Heri Tahir, mengatakan bahwa Polisi tidak boleh lagi memberikan ampunan kepada para pelaku.

Ia memberikan isyarat bahwa tindakan tegas terukur atau tembak di tempat bisa saja dilakukan jika pelaku itu telah berulang kali terlibat.

“Betul, memang kan selama ini bahwa kesulitan terhadap geng motor karena rata-rata anak di bawah umur. Anak di bawah umur itu kan selalu mengedepankan pendekatan diversi,” ujar Prof Heri kepada fajar.co.id, Selasa (28/4/2026).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *