News

Dulu Cuma Mainan, Kini Kartu Pokémon Bisa Bikin Kolektor RI ‘Mendadak Sultan’ Kok Bisa?



PORTALUTAMA.NET – Istilah “Brewek” kini bukan lagi sekadar bahasa tongkrongan biasa. Di balik aktivitas membuka kemasan (booster pack) kartu Pokémon ini, tersimpan perputaran uang yang masif dan gairah ekonomi baru yang tengah menjangkiti anak muda di Indonesia. Bermula dari layar TikTok dan Instagram, tren ini bertransformasi dari sekadar nostalgia masa kecil menjadi instrumen investasi yang menjanjikan.

Secara etimologi informal, “brewek” merujuk pada aksi merobek kemasan kartu Pokémon untuk menemukan kejutan di dalamnya. Daya tarik utamanya terletak pada variabel ketidakpastian. Setiap kolektor berburu kartu bertanda rare, ultra-rare, hingga holographic yang memiliki nilai estetika dan ekonomi tinggi.

Momen-momen krusial saat mendapatkan kartu langka inilah yang kerap menjadi konten viral. Algoritma media sosial kemudian memperkuat tren ini, menciptakan efek fear of missing out (FOMO) yang mendorong generasi Z dan Milenial untuk ikut terjun ke dalam ekosistem Pokémon TCG (Trading Card Game).

Bukan Sekadar Kertas: Valuasi Fantastis di Pasar Global

Kartu Pokémon telah berevolusi menjadi aset alternatif layaknya saham atau emas. Sejak pandemi COVID-19 melanda, pasar kartu koleksi (collectible cards) meledak secara global. Nostalgia menjadi katalisator, namun kelangkaan menjadi penentu harga.

Sebagai gambaran betapa “gilanya” pasar ini, berikut adalah data valuasi kartu Pokémon yang pernah mengguncang dunia:

Jenis KartuHarga Estimasi / TerjualCatatan
Pikachu Illustrator~$5,27 Juta (Rp80+ Miliar)Pemegang rekor Guinness World Records.
1st Edition Charizard~$420.000 (Rp6,5 Miliar)Kartu ikonik dari set basis tahun 1999.
Lugia Neo Genesis~$144.000 (Rp2,2 Miliar)Terjual dengan grading sempurna (PSA 10).

Di Indonesia, meski angkanya belum menyentuh jutaan dolar, kartu-kartu tertentu seperti varian Alternate Art atau kartu dengan sertifikasi grading tinggi sudah lazim ditransaksikan di angka jutaan hingga puluhan juta rupiah.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *