Tantangan RKAB 2026: PT Vale Indonesia Hadapi Pemotongan Kuota Produksi Nikel di Blok Pomalaa

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk kini tengah menavigasi tantangan operasional yang signifikan pada tahun 2026. Kabar terbaru menyebutkan adanya revisi pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) menyusul pemangkasan kuota produksi bijih nikel yang cukup tajam oleh otoritas terkait, terutama untuk wilayah operasional di Sulawesi Tenggara.
Langkah revisi RKAB ini menjadi perhatian pasar mengingat dampaknya terhadap target pendapatan perusahaan dan pasokan nikel global di tengah transisi kepemilikan saham ke holding industri pertambangan MIND ID.
Berdasarkan informasi yang dihimpun fajar.co.id, kuota produksi nikel untuk proyek di Pomalaa mengalami pemotongan hingga 68%. Dari usulan awal sebesar 18,06 juta ton, kuota yang disetujui dilaporkan hanya berkisar di angka 5,8 juta ton.
Pemotongan ini memaksa perusahaan untuk melakukan penyesuaian strategi operasional secara cepat agar efisiensi tetap terjaga. Meski demikian, PT Vale tetap berkomitmen melanjutkan aktivitas penambangan dengan mengoptimalkan cadangan yang tersedia sesuai dengan batas kuota yang diizinkan.
Progres Positif di Bahodopi dan Sorowako
Di sisi lain, operasional di wilayah lain menunjukkan tren yang lebih stabil:
- Blok Bahodopi (Sulteng): Konstruksi tambang Fase 1 telah rampung sepenuhnya. Saat ini, fokus beralih pada pembangunan Fase 2 yang ditargetkan menjadi tulang punggung produksi baru pada 2027.
- Blok Sorowako (Sulsel): Tetap menjadi pilar utama dengan integrasi penuh antara tambang dan pabrik pengolahan (smelter) yang terus menerapkan standar lingkungan tinggi.
Ketidakpastian terkait kuota produksi dalam RKAB ini turut memberikan tekanan pada pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan pertengahan April 2026, saham INCO sempat terkoreksi ke level Rp6.675, seiring dengan sikap hati-hati para investor memantau realisasi volume penjualan di kuartal pertama.
Manajemen PT Vale menegaskan bahwa revisi RKAB merupakan bagian dari kepatuhan regulasi dan dinamika industri pertambangan nasional. Perusahaan tetap optimis dengan prospek jangka panjang melalui proyek strategis nasional (PSN) yang sedang berjalan di Morowali dan Kolaka.
Source link
