Ahmad Ali Temui Jokowi di Solo: Tegaskan Isu Ambil Alih Parpol Tidak Logis

PORTALUTAMA.NET – Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, memberikan pembelaan menohok terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), terkait isu miring upaya pengambilalihan partai politik (parpol) lain. Isu tersebut dinilai Ali sebagai narasi tidak logis yang sengaja dihembuskan pihak tertentu untuk memojokkan Jokowi pasca-purna tugas.
Pernyataan keras ini disampaikan Ahmad Ali usai mengunjungi kediaman pribadi Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (16/4/2026). Ali menilai rekam jejak Jokowi selama satu dekade memimpin Indonesia justru menunjukkan sikap kenegarawanan yang jauh dari ambisi merebut kursi kepemimpinan partai lain secara inkonstitusional.
Ahmad Ali mempertanyakan rasionalitas di balik tuduhan tersebut. Menurutnya, jika Jokowi memang berniat menguasai partai politik, momentum paling tepat adalah saat beliau masih memegang kekuasaan penuh sebagai Presiden.
“Kalau Pak Jokowi mau mengambil alih partai, logikanya itu dilakukan saat beliau masih berkuasa penuh. Faktanya, beliau tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk hal tersebut,” tegas Ali kepada awak media.
Ia pun menyindir pihak-pihak yang terus memproduksi isu tersebut di saat Jokowi sudah kembali ke Solo sebagai warga sipil. “Sekarang setelah tidak lagi menjabat, ngapain ambil alih partai? Lebih baik membesarkan partai yang sudah ada (PSI),” tambahnya.
Selain membela Jokowi, Ahmad Ali juga memberikan klarifikasi penting terkait polemik pelaporan terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Ia membantah keras tudingan yang menyebut kader PSI berada di balik pelaporan tokoh asal Sulawesi Selatan tersebut.
Poin Klarifikasi Ahmad Ali:
- Bukan Kader PSI: Ali menegaskan pelapor JK bukan berasal dari internal partai berlambang mawar tersebut.
- Organisasi Lain: Pelaporan dilakukan oleh organisasi eksternal, yakni GAMKI, yang memiliki independensi penuh atas sikap politiknya.
- Komunikasi Langsung: Ahmad Ali mengaku telah dihubungi langsung oleh Jusuf Kalla via telepon untuk membahas kegaduhan ini.
“Kemarin Pak JK menelepon saya. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan bertemu. Saya akan mencoba memediasi agar jika ada kesalahpahaman bisa segera diluruskan,” ungkap politisi senior ini.
Upaya Meredam Tensi Politik 2026
Langkah Ahmad Ali yang menyambangi Solo sekaligus berencana menemui JK dipandang sebagai upaya “cool down” di tengah tensi politik yang mulai menghangat menjelang persiapan Pemilu 2029. Sebagai tokoh yang memiliki kedekatan emosional dengan wilayah Indonesia Timur, mediasi yang dilakukan Ali terhadap JK dianggap krusial untuk menjaga stabilitas politik nasional.
Data Pendukung: Isu pengambilalihan partai seringkali muncul dalam transisi kepemimpinan nasional di Indonesia. Namun, hingga saat ini, posisi Jokowi di kancah politik pasca-presiden masih sering dikaitkan dengan peran sebagai King Maker di Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Ahmad Ali pun mengajak publik untuk tidak terjebak dalam pusaran politisasi isu yang tidak produktif. “Jangan habiskan energi untuk hal seperti itu. Jika ada yang keliru, selesaikan dengan baik. Kita harus jernih membedakan mana sikap organisasi dan mana partai,” tutupnya. (rs/*)
Source link
