GP Ansor Sebut Feri Amsari Tebar Politik Kebencian dan Narasi Sesat

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA – Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menuai sorotan akibat pernyataannya yang menuduh Presiden Prabowo Subianto soal kebohongan swasembada pangan.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, H Muh Mabrur L Banuna menilai narasi Feri cenderung menyesatkan publik karena minim data, tanpa pemahaman teknis. Mabrur menyebut pola ini tidak beda dengan cara mafia pangan bekerja, menciptakan keraguan agar publik kehilangan kepercayaan.
“Ini tanpa data, tanpa pijakan jadi publik wajar curiga kalau narasi demikian beragenda swasembada terlihat gagal?” tegas Mabrur di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, apa yang disampaikan Feri Amsari bukan kritik, melainkan insiunasi opini di luar kompetensinya yaitu sebagai akademisi hukum.
“beda pendapat dan kritik sah saja tapi argumen tetap harus dibangun di atas data, fakta dan kompetensi”. katanya blak-blakan.
Ia menegaskan, dalam kondisi produksi naik, stok melimpah, dan penindakan masif, tudingan bahwa swasembada adalah kekeliruan dan tidaklah benar.
Mabrur menyebut data justru berbicara keras. Bukan klaim, bukan opini, tetapi angka resmi yang menunjukkan produksi beras nasional tahun 2025 menguat, mencapai sekitar 34,69 juta ton.
Bahkan, lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization dan United States Department of Agriculture menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan Asia.
Menurutnya, pola narasi yang terus meremehkan capaian pangan dapat berbahaya karena membuka ruang bagi kepentingan lama, ketergantungan impor dan distorsi pasar.
Source link
