News

Anthony Budiawan: Purbaya Sebaiknya Tidak Over Reaktif terhadap Pendapat Pengamat



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menyebut bahwa pemerintah seharusnya tidak bersikap berlebihan terhadap pandangan para pengamat ekonomi terkait dampak konflik Timur Tengah.

Ia secara khusus meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar tidak terlalu reaktif dalam merespons analisis yang berkembang.

Dikatakan Anthony, konflik Iran dengan Israel-Amerika telah memicu ketidakpastian global yang berpotensi menekan perekonomian Indonesia.

Ia menegaskan Indonesia tidak berada dalam ruang isolasi sehingga dampak eksternal akan tetap terasa.

Dampak Konflik Dinilai Mengancam Stabilitas Ekonomi

Anthony menyebut konflik Timur Tengah mengguncang perekonomian dunia dan berpotensi menekan ekonomi domestik.

“Konflik di Timur Tengah mengguncang dunia. Ekonomi global menghadapi ketidakpastian yang tinggi. Indonesia tidak hidup dalam ruang isolasi ekonomi domestik juga akan terdampak dan tertekan,” ujar Anthony kepada fajar.co.id, Jumat (3/4/2026).

Ia juga menyinggung tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat melemah.

“Dampaknya tidak ringan. Stabilitas fiskal dan moneter terancam. Bahkan, nilai tukar rupiah sempat tembus Rp17.000 per dolar AS,” lanjutnya.

Anthony menambahkan konflik Iran turut mengganggu pasokan energi global yang berdampak luas pada industri.

“Konflik Iran telah mengganggu pasokan minyak dan gas dunia secara signifikan, termasuk produk turunannya yang menjadi bahan baku industri, seperti plastik, tekstil, pupuk, dan berbagai produk lainnya,” katanya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *