Selat Hormuz Ditutup, Pakar Ragukan Bakal Berlangsung dalam Waktu yang Lama

PORTALUTAMA.NET – Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas serangan dari Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari lalu menimbulkan dampak besar bagi distribusi minyak dunia, khususnya bagi negara-negara yang sangat bergantung pada jalur pelayaran ini. Namun, para pakar meragukan penutupan ini akan berlangsung lama karena risiko besar yang harus ditanggung Iran sendiri.
Dampak Global dari Penutupan Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi sekitar 20% minyak mentah dunia yang dikonsumsi, dengan lebih dari 80% pengiriman minyak tersebut menuju Asia, terutama China, India, dan Jepang. Selain minyak, jalur ini juga menjadi rute utama pengiriman bahan bakar penerbangan dan gas alam cair (LNG), di mana sekitar 30% bahan bakar penerbangan Eropa dan 20% LNG global melewati selat ini.
Penutupan jalur distribusi utama ini menyebabkan gangguan signifikan pada pasokan energi global. Negara-negara seperti Amerika Serikat, anggota Uni Eropa, Inggris, Jepang, dan Kanada yang terdampak memiliki cadangan strategis yang cukup untuk menghadapi gangguan pasokan sementara selama beberapa minggu, namun ketergantungan jangka panjang tetap menjadi ancaman serius.
Kerentanan Iran dan Peran China
Sara Vakhshouri, pakar energi dari SVB Energy International, menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz dalam jangka panjang tidak rasional bagi Iran karena negara tersebut masih bergantung pada impor barang penting seperti pangan. Selain itu, sebagian besar ekspor Iran diarahkan ke China dan India sehingga tindakan pemblokiran ini justru akan merugikan Iran sendiri.
Source link
