Ibu Rahmat Daniel di Plosok Bone Masih Tak Sangka Anaknya Jadi Bintara Polri: Saya Tak Punya Apa-apa
PORTALUTAMA.NET, BONE — Tinggal di sebuah Desa terpencil bernama Tapong, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Bone, Nurmiah masih tak menyangka anak bungsunya bisa lolos Bintara Polri.
Pasalnya, ibu lima orang anak ini mengaku tak punya apa-apa. Bahkan, untuk mencukupi kebutuhan hidup, suaminya hanya bekerja sebagai buruh bangunan.
Melihat kondisi ekonomi yang sulit, Nurmiah terus melangitkan doa-doanya di sepertiga malam agar anaknya bisa membungkam keraguan warga setempat.
Menurut informasi beberapa pendahulu anaknya yang mendaftar Polisi, semuanya dinyatakan gagal lolos.
“Saya syukuri sekali (lulus) karena saya itu di sini kampung tidak punya sekali apa-apa, tidak ada sawah, tidak ada apa,” ujar Nurmiah sambil mengusap air mata saat ditemui di rumahnya di Desa Tapong, Minggu (7/7/2024).
Nurmiah bercerita, suaminya yang telah berusia 52 tahun sudah tidak mampu lagi bekerja secara prima seperti sebelum-sebelumnya. Mengingat, usianya yang semakin menua.
“Bapaknya juga sudah tidak kuat, nda sama orang bisa apa-apa, nda bisa kerja berat. Itu kalau ada panggilan bantu-bantu bikin rumah itu saja dia bisa, adalah sedikit dan itulah di sisi sisikan untuk (biaya) sekolah,” kata Nurmiah.
Semenjak sekolah, kata Nurmiah, anaknya yang bernama Rahmat Daniel (19) sudah bertekad menjadi anggota Polisi demi mengubah nasib keluarganya.
Bahkan, untuk mewujudkan cita-citanya, Daniel bersikeras untuk tidak putus sekolah. Bagaimanapun caranya.
Karena anaknya hijrah ke Kabupaten Barru untuk melanjutkan pendidikannya pada tahap Sekolah Menengah Atas (SMA), Nurmiah mengaku harus gali lobang tutup lobang.
