News

Tradisi Bendera Lolo Bajo dalam Pesta Perkawinan Masyarakat Bajo di Pulau Rajuni



Oleh: Desy Selviana
(Pustakawan)

Pesta perkawinan masyarakat Bajo di Pulau Rajuni, kawasan Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dilaksanakan dengan berbagai rangkaian ritual adat yang masih dipertahankan hingga kini. Tradisi ini tidak hanya menjadi perayaan bagi kedua mempelai dan keluarga, tetapi juga melibatkan masyarakat pulau secara luas.

Salah satu prosesi yang dilakukan adalah pengantaran erang-erang, yaitu barang bawaan dari pihak pengantin pria kepada pengantin perempuan. Barang-barang tersebut dibawa oleh rombongan lelaki menuju rumah pengantin perempuan, disertai barisan perempuan yang berjalan di belakang. Prosesi ini biasanya menarik perhatian warga setempat yang turut menyaksikan jalannya acara.

Sebelum pelaksanaan akad atau pesta utama, terdapat ritual a’bantang yang bertujuan sebagai prosesi tolak bala sekaligus pemberkatan bagi calon pengantin. Selain itu dilakukan pula pemasangan kelambu serta campaniga, yaitu hiasan tempat tidur pengantin. Dalam rangkaian acara tersebut juga terdapat pengibaran bendera Lolo Bajo dan ula-ula, serta pemukulan gendang yang dikenal dengan gandah.

Tradisi perkawinan masyarakat Bajo juga dipengaruhi oleh budaya Bugis-Makassar, misalnya melalui pelaksanaan ritual appacci dan penggunaan lamming sebagai hiasan rumah pengantin. Selain itu, acara barasanji yang berisi puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Pada masa sekarang, pesta perkawinan juga sering dilengkapi dengan hiburan musik modern.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *