Sinergi Kemanusiaan: Sulsel dan Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Ribuan Korban Terdampak Gempa NTT

PORTALUTAMA.NET, NTT – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur (NTT) salurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut berupa 50 paket sembako, 50 paket perlengkapan sekolah (school kit), distribusi 75.000 liter air bersih, serta penyaluran toren air beserta instalasinya untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.
Rangkaian bentuk penyaluran berlangsung periode 16–26 Oktober 2026 di sejumlah titik wilayah Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Bantuan tersebut ditujukan guna membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, memperoleh akses air bersih, serta mendukung keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak.
Pada periode 16 Oktober 2026, sebanyak 50 paket sembako sudah disalurkan kepada 50 kepala keluarga di Desa Waekokak. Dengan asumsi Empat jiwa per keluarga, dengan adanya bantuan tersebut ditujukan guna membantu memenuhi kebutuhan pangan sekitar 200 jiwa.
Salah satu warga penerima manfaat, Mama Ona, menceritakan bahwa keluarganya baru beberapa Minggu setelah kembali dari posko pengungsian. Setelah kembali ke rumah, mereka harus memenuhi kebutuhan makan sehari-hari secara mandiri dengan mengandalkan hasil dari berkebun dan hasil dari bertani. Namun demikian, keterbatasan pasokan air bersih turut menambah kesulitan yang dihadapi.
“Sebelumnya kami tinggal di posko pengungsian, kami makan sehari-hari dari sana. Nah, ini kami baru beberapa minggu pulang dari posko, makanan tidak ada di rumah. Kami cari makan dari berkebun dan bertani, tapi ini air sudah beberapa hari tidak mengalir. Jadi, terima kasih banyak sudah mau datang lihat kami, bantu kami, kasih kami sembako. Kami sangat berterima kasih banyak,” ungkap Mama Ona.
Selain bantuan pangan, pada 20 Oktober 2026 telah disalurkan sebanyak 50 paket perlengkapan sekolah (school kit) kepada siswa SD Inpres Towak, Desa Towak, Kecamatan Aesesa. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan belajar anak-anak di tengah situasi pascabencana.
Antusiasme terlihat ketika para siswa menerima paket perlengkapan sekolah. “Terima kasih, Kak,” ujar salah seorang siswa. Anak-anak lainnya juga mengungkapkan kegembiraan mereka, seperti, “Tempat pensilnya lucu,” “Lengkap sekali,” dan “Wih, ada pensil warna.”
Di sisi lain, keterbatasan akan air bersih masih menjadi pokok persoalan utama yang dihadapi masyarakat. Di Desa Marapokot dan Nangadero, yang berada di wilayah kawasan pesisir, air PDAM dilaporkan hanya mengalir sekitar satu kali dalam seminggu. Debit air yang lambat, membuat bak penampungan tidak selalu terisi penuh, sedangkan sebagian sumur warga banyak mengandung air payau.
Source link
