News

Prof Sulfikar Amir Sebut Anak-Anak di Singapura tidak Rela Jika Advanced Diploma dan A-Level Disetarakan



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Akademisi Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof. Sulfikar Amir kembali bicara soal sertifikat A-level di pendidikan Singapura.

Kali ini lewat Podcast di Channal YouTube Refly Harun, Sulfikar Amir menyebut sertifikat A-Level dan advanced diploma sama sekali berbeda dengan ijazah SMA.

Bahkan, ia mengatakan sertifikat A-level ini tidsk bisa disetarakan dengan ijazah SMA.

Dalam penjelasannya, Sulfikar Amir menyebut untuk materi dari advance diploma itu merupakan materi-materi kuliah dasar yang diambil. Ia menekankan untuk advance diploma ini seperti kursus 

“Ya nggaklah, beda. Karena kalau kita lihat materi dari advance diploma itukan materi-materi kuliah dasar yang diambil,” kata Sulfikar Amir dikutip Minggu (25/10). 

“Dan seperti yang saya bilang sebelumnya, itu sama dengan kursus. Misalnya kita mau kursus marketing, komputer dan sebagainya,” sebutnya.

Jalur A-Level melibatkan ujian dengan mata pelajaran tertentu yang menjadi bagian penting dalam proses seleksi menuju perguruan tinggi.

Bidang studi yang dapat dipilih antara lain fisika, biologi, kimia, ekonomi, geografi, sejarah, bahasa dan sastra, serta matematika.

“Jadi, seperangkat kuliah-kuliah ini kita ambil,” tuturnya.

Menurut dia, hasil ujian A-Level menjadi salah satu faktor penting bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke universitas di Singapura, yang memiliki persaingan masuk ketat.

“Yang kemudian nanti bisa jadi syarat yang terpenuhi untuk melanjutkan ke program S1 yang dia tawarkan MDIS dengan meminjam kurikulum dari Universitas dari luar,” paparnya.

Lebih jauh, Sulfikar Amir lantas menantang Refly Harun untuk melihat respon anak-anak di Singapura yang menyamakan Advanced Diploma dengan A-Level.

Dia mengatakan anak-anak di Singapura bisa marah bahkan tidak rela jika disamakan. Karena perjuangannya sangat lalu kemudian disetarakan dengan program 6-8 bulan.

“Bang Refly bisa uji itu, coba saja kalau ke Singapura tanya anak-anak yang lulus A level terus kemudian apakah mereka rela yang dilakukan itu dibandingkan atau disetarakan dengan program 6-8 bulan,” terangnya.

Riwayat Pendidikan Gibran di Singapura dan Australia

Berdasarkan riwayat pendidikan yang dicantumkan dalam naskah sumber, Gibran menyelesaikan sembilan tahun pertama pendidikannya di Surakarta sebelum melanjutkan sekolah di Singapura. Ia disebut bersekolah di Orchid Park Secondary School.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Gibran melanjutkan studi ke UTS Insearch di Australia. 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *