News

Soal Isu Pendidikan dan Ijazah Wapres Gibran, PSI Ungkap Kekhawatirannya



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Isu soal persyaratan pendidikan dan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus bergulir.

Pembahasannya pun memunculkan perdebatan dari berbagai pihak ada yang pro dan maupun kontra.

Terkait situasi ini, juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi justru bicara soal ketakutan terkait riwayat pendidikan ke depan.

Lewat salah satu unggahan di akun media sosial X pribadinya, saat hadir di acara Apa Kabar Indonesia, ia mengungkap kekhwatirannya.

Dedek mengungkap kekhawatiran soal isu ijazah atau jenis riwayat pendidikan ini ke depannya akan seperti apa.

Untuk mantan Presiden Joko Widodo atau Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang disebutnya masih bisa menghadapi masalah ini.

“Bagi saya ini hal yang paling mengkhawatirkan buat saya. Kalau itu pak Jokowi, Mas Gibran pasti bisa handle,” katanya.

Namun yang mengkhawatirkan adalah orang Indonesia yang tinggal di luar negeri atau menempuh pendidikan (Diaspora) dan mengambil jalur pathway. 

“Ada satu hal lain yang mengkhawatirkan buat saya itu adalah diaspora Indonesia yang kuliah di Iuar negeri dan mengambil jalur pathway,” jelasnya.

Apalagi yang situasinya seperti Gibran yang tidak menamatkan pendidikan SMA-nya di Indonesia namun mengambil jalur pathway ini.

“Yang ya tidak menamatkan SMA-nya dulu di Indonesia dari grade O level lansung ke pathway atau foundation course atau sejenisnya gitu,” tuturnya.

Bisa saja disebut oleh Dedek Prayudi situasi yang akan dihadapi diaspora ini nantinya ketika mencari kerja sama di Indonesia sama seperti Gibran.

Ia menggambarkan bahkan memberi contoh soal bagaimana situasi ini untuk diaspora yang mencari kerja semisal goverment official.

Ini disebut Dedek bisa saja berdampak ke depannya untuk siapa pun yang ingin kembali mencari kerja di Indonesia usai menempuh pendidikan di luar negeri.

“Ini mereka nanti kalau mau kerja di Indonesia terutama menjadi goverment official, kemudian misalnya ingin kerja-kerja elektoral yang kaitannya dengan hak mereka untuk dipilih,” tutupnya.

(Erfyansyah/fajar) 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *