News

Said Didu Beberkan 18 Operasi Politik Jokowi, Panca Demokrat Singgung BIN dan SBY



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Aktivis Muhammad Said Didu membeberkan sejumlah hal yang disebutnya sebagai 18 operasi politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), selama menjabat sebagai presiden.

“Sekadar mengingatkan, minimal 18 operasi politik yang Pak Jokowi lakukan selama berkuasa,” kata Said Didu, dikutip Sabtu (17/10/2026).

Said Didu menyebut sejumlah peristiwa dan kebijakan yang menurutnya berkaitan dengan operasi politik Jokowi. Di antaranya, mengubah konstitusi demi memuluskan langkah Gibran Rakabuming Raka menjadi wakil presiden, mengantarkan Gibran menjadi Wali Kota Solo, serta mendorong menantunya menjadi Wali Kota Medan dan Gubernur Sumatera Utara.

Ia juga menyinggung terpilihnya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Selain itu, Said Didu menyoroti meninggalnya sekitar 900 petugas tempat pemungutan suara (TPS), serta pemenjaraan sejumlah orang yang berbeda pendapat dengan pemerintahan Jokowi, seperti Habib Rizieq Shihab (HRS), Jumhur Hidayat, dan Syahganda Nainggolan.

“Pembunuhan di Km-50, pembubaran ormas seperti FPI, pengambilalihan Partai Golkar, pengambilalihan PAN, upaya pengambilalihan Partai Demokrat,” ungkap Said Didu.

Ia juga menyinggung penggunaan aparat untuk kepentingan politik, pembagian jabatan di badan usaha milik negara (BUMN) kepada relawan dan tim sukses, serta penggunaan hukum untuk menjerat lawan politik.

Said Didu turut menyoroti pembagian konsesi tambang kepada pihak asing, penggunaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai instrumen kemenangan politik, hingga intervensi dalam pemilihan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas), yang menurutnya terjadi dua kali terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

“Silakan tambahkan,” tandasnya.

Panca Demokrat Singgung BIN dan SBY

Pernyataan Said Didu itu mendapat tanggapan dari politikus Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana. Ia mengungkit dugaan penggunaan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk memata-matai lawan politik Jokowi, termasuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Lupa dia 10 tahun berkuasa kerjaannya mendowngrade lawan politiknya. Dia makai BIN untuk memata-matai lawan politiknya,” ungkap Panca.

Panca juga mengingat kembali peristiwa penurunan dan perobekan bendera Partai Demokrat di Pekanbaru. Menurutnya, saat itu aparat BIN menyewa satu lantai hotel tempat dirinya menginap bersama SBY.

“Gue ingat dulu di Pekanbaru bendera Demokrat diturunin dan dirobek-robek. Satu lantai hotel tempat kami nginap dengan Pak SBY disewa aparat BIN. Rasain sekarang!” tuturnya.

Jokowi Sebut Polemik Ijazah sebagai Operasi Politik

Sebelumnya, Jokowi menyebut polemik mengenai ijazahnya dan putranya sengaja dilontarkan sebagai upaya untuk merusak reputasi politik dirinya dan Gibran Rakabuming Raka.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *