News

Jenderal Suyudi Ario Seto Mutasi 299 Personel dalam Dua Pekan, Sapu Bersih Loyalis Listyo?



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri yang baru, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, melakukan langkah besar-besaran dan radikal.

Hanya dalam kurun waktu dua pekan masa jabatan pertamanya, Jenderal Suyudi tercatat telah memutasi sebanyak 299 personel dari berbagai tingkatan, mulai dari perwira tinggi hingga perwira menengah di jajaran Markas Besar Polri, tingkat Polda, hingga Polresta.

Langkah ini langsung menarik perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk pengamat hukum dan kepolisian. Mutasi gelombang ketiga yang baru saja diumumkan pada 12 Oktober lalu melibatkan 12 personel, yang terdiri dari dua perwira tinggi berpangkat bintang satu serta 10 orang perwira menengah.

Gelombang ini menyusul dua gelombang mutasi sebelumnya yang berskala jauh lebih besar, yakni gelombang pertama sebanyak 88 personel dan gelombang kedua sebanyak 199 personel.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai perombakan struktur secara besar-besaran ini sebagai langkah yang tidak biasa dan tergolong radikal untuk ukuran seorang kapolri yang baru dilantik.

Menurut IPW, pola transisi kepemimpinan di tubuh Polri kali ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan era kepemimpinan sebelumnya seperti Idham Azis atau Listyo Sigit Prabowo, yang cenderung lebih mengedepankan pendekatan konsolidasi internal secara bertahap sebelum melakukan perombakan jajaran pimpinan kunci.

Perombakan Strategis dan Sorotan Publik

Perubahan formasi yang dilakukan oleh Jenderal Suyudi menyasar sejumlah posisi strategis dan jabatan basah di tubuh kepolisian. Dalam gelombang mutasi sebelumnya, posisi-posisi penting seperti Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas), Wakabareskrim, Wakabaintelkam, sejumlah kepala kepolisian daerah (Kapolda), wakil kepala kepolisian daerah (Wakapolda), hingga puluhan kapolres turut mengalami pergantian.

Fenomena menarik sekaligus mengejutkan yang disorot publik adalah adanya perwira yang baru saja menduduki jabatan dalam hitungan bulan, bahkan ada yang baru menempati posisi selama 24 jam, langsung terkena rotasi mutasi.

Beberapa nama pejabat tinggi di daerah juga tidak luput dari gerbong penyegaran ini, seperti Kapolda Sulawesi Selatan yang sebelumnya memegang peranan krusial, serta sejumlah direktur reserse kriminal umum di wilayah strategis seperti Polda Metro Jaya yang dipindahkan penugasannya ke lembaga pendidikan (Widyaiswara Sespim Lemdiklat Polri).

Langkah perombakan masif ini dinilai banyak kalangan sebagai upaya konsolidasi kepemimpinan baru untuk memastikan keselarasan visi penegakan hukum serta memulihkan marwah institusi kepolisian agar berjalan secara profesional, transparan, serta akuntabel di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *