News

Karhutla Indonesia Jadi Sorotan Internasional, Warga Asing ke Diaspora: Pemerintah Kalian Sepertinya Melakukan Genosida Secara Halus



PORTALUTAMA.NET, AMSTERDAM — Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang dan telah berlangsung berbulan-bulan di Indonesia kini tidak hanya menjadi perhatian nasional, tetapi juga telah menjadi sorotan publik internasional.

Hal ini diungkapkan oleh Dimas Budi Prasetyo, seorang diaspora Indonesia yang bermukim di Belanda.

Berdasarkan unggahan video terbaru yang dibagikan oleh akun Instagram @alwijo, isu karhutla di Indonesia telah ramai diberitakan di berbagai media Eropa, termasuk Belanda, sejak beberapa minggu terakhir.

Dalam sebuah perbincangan dengan kolega lokalnya di Belanda, Dimas menunjukkan rekaman video kondisi karhutla terkini. Sang kolega mengaku tidak terkejut karena informasi mengenai bencana tersebut sudah sering disiarkan secara terbuka di sana.

“Ikut sedih melihat ini, Dimas. Saya bisa membayangkan betapa tersiksanya mereka,” ujar kolega Dimas saat melihat kondisi tersebut, dikutip fajar.co.id dari akun pribadinya, Rabu (14/10/2026).

Lebih lanjut, Dimas juga menyinggung ihwal bantuan internasional, seperti dari Jepang, yang sempat berupaya membantu penanganan karhutla namun dikabarkan ditolak atau dipulangkan karena pemerintah menganggap situasi masih bisa diatasi. Kolega Dimas menilai informasi tersebut sudah menjadi buah bibir secara global.

Mendengar respons dan pandangan dari warga luar negeri, Dimas mengaku merasa sangat terpukul dan malu sebagai seorang warga negara Indonesia.

Terlebih ketika sang kolega melontarkan tanggapan yang cukup menohok mengenai lambatnya penanganan krisis lingkungan ini.

“Pemerintah kalian sepertinya sedang melakukan genosida secara pelan-pelan dan halus,” ujar Dimas, menirukan ucapan koleganya.

Ungkapan tersebut memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan warganet di media sosial, yang turut merasakan dampak langsung dari tebalnya kabut asap di berbagai daerah, seperti di Sulawesi Selatan yang mulai merasakan pekatnya kabut dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, Pemerintah Malaysia mengumumkan bakal membawa isu kabut asap lintas batas (transboundary haze) dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN mendatang menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-49 ASEAN di Manila, Filipina, bulan depan.

Langkah ini diambil untuk mendorong lahirnya mekanisme regional yang lebih efektif dalam menangani krisis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Asia Tenggara.

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan menyampaikan bahwa masalah kabut asap memerlukan perhatian khusus karena belum tercakup dalam skema atau mekanisme penanganan bencana alam yang dimiliki ASEAN saat ini. (arya/fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *