NewsTechnology

Pasar Smartphone Sedang Anjlok 20%, Dua Brand Ini Tetap Untung • Jagat Gadget


Harga memori DRAM dan NAND yang terus naik ikut membuat smartphone makin mahal. Pasokan memori juga semakin ketat karena tingginya permintaan dari industri AI. Akibatnya, biaya produksi membengkak dan harga smartphone global dilaporkan sudah naik 20% sepanjang 2026.

Kondisi ini ikut menekan pasar smartphone global, dengan pengiriman pada kuartal ketiga 2026 anjlok 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tapi ditengah lesunya pasar smartphone tersebut, dua nama yang ternyata masih tetap mendulang untung. Siapakah kedua brand tersebut?

Pasar smartphone anjlok

Dua Brand yang Masih Mendominasi Pasar Smartphone

Di tengah pasar yang sedang lesu, Samsung dan Apple justru berhasil memperbesar pangsa pasarnya. Samsung masih memimpin dengan pangsa 23%, naik dari 19% pada Q3 2025. Apple menyusul dengan 22%, meningkat dari 18%. Jika digabung, keduanya kini menguasai sekitar 45% pasar smartphone global.

Samsung terbantu oleh respons positif terhadap seri Galaxy Z Fold8, Fold8 Ultra, dan Flip8. Sementara itu, iPhone 18 Pro dan Pro Max ikut mendorong kinerja Apple, terutama di China dan India. Meski pangsa pasarnya naik, pengiriman Samsung sebenarnya masih turun 3% secara tahunan. Apple sendiri mencatat pencapaian baru karena pangsa pasarnya pada Q3 untuk pertama kalinya menembus 20%.

Baca Juga: OnePlus Rilis Pendingin Smartphone Mini, Lebarnya Cuma 5,3 cm • Jagat Gadget

Nasib berbeda dialami sejumlah brand asal China. Pangsa pasar Xiaomi turun dari 14% menjadi 10%, OPPO merosot dari 12% menjadi 9%, sedangkan vivo turun dari 9% menjadi 8%. Xiaomi bahkan mencatat penurunan pengiriman lebih dari 30% dibandingkan tahun lalu, di antaranya karena mengurangi porsi smartphone murah dan menyesuaikan pengiriman di sejumlah pasar luar negeri.

Ketika harga komponen naik, menjual smartphone murah menjadi semakin sulit karena keuntungan yang didapat makin tipis. Produsen pun mulai mengurangi produksi dan lebih mengutamakan perangkat premium yang menawarkan keuntungan lebih tinggi. Situasi ini bisa membuat pilihan smartphone terjangkau semakin terbatas, sementara Samsung dan Apple punya modal lebih kuat untuk mempertahankan posisi mereka di segmen premium.

Sumber






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *