News

Megawati Berpisah dengan Jokowi, SBY Nyaris Dibegal, Jokowi Dihantam Isu Ijazah



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik Adi Prayitno menyebut, setiap mantan presiden Indonesia memiliki ujian politik yang berbeda setelah menjalani masa kekuasaan.

Ia menuturkan pengalaman Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Joko Widodo (Jokowi) yang menghadapi persoalan politik tersendiri.

Mulai dari perpecahan hubungan politik, konflik internal partai, hingga polemik ijazah yang turut menyeret nama keluarga.

Adi juga menyinggung kemungkinan Presiden Prabowo Subianto menghadapi ujian serupa setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.

“Kalau kita hitung rata-rata secara umum mantan-mantan Presiden Indonesia pasca reformasi itu memang punya semacam ujian politik yang beda-beda,” ujar Adi, dikutip fajar.co.id, Sabtu (10/10/2026).

Megawati Diuji Perpisahan Politik dengan Jokowi

Adi menyebut salah satu ujian terbesar Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan adalah berakhirnya hubungan politik dengan Jokowi setelah keduanya berjalan bersama selama bertahun-tahun.

Ia mengingatkan perjalanan Jokowi yang dimulai dari Wali Kota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi Presiden RI selama dua periode.

“Ibu Megawati sebagai Ketum PDIP ujian terbesarnya adalah harus pecah kongsi dengan pak Jokowi setelah 23 tahun lamanya,” tukasnya.

Menurut Adi, Pemilu 2024 menjadi momentum penting ketika Megawati tidak lagi berada dalam satu barisan politik dengan Jokowi.

“Di Pemilu 2024 ujian terbesar dari ibu Mega sebagai Ketum Partai adalah tidak lagi bersama Jokowi,” ucap dia.

SBY Pernah Hadapi Konflik di Demokrat

Selain Megawati, Adi turut menyoroti pengalaman SBY dalam menghadapi dinamika politik di Partai Demokrat.

Baginya, salah satu ujian terbesar bagi SBY adalah ketika muncul persoalan yang mengancam posisinya dalam partai yang dibangun dan dipimpinnya.

“Begitupun dengan pak SBY, salah satu ujian terbesarnya adalah pernah di periode tertentu akan dibegal oleh pihak tertentu,” jelasnya.

Adi menilai Partai Demokrat memiliki arti penting bagi SBY, bukan hanya sebagai kendaraan politik, tetapi juga sebagai wadah untuk menjalankan visi politiknya.

“Padahal kita tahu Demokrat itu adalah ruh sekaligus nyawa yang memiliki visi besar oleh pak SBY,” bebernya.

Jokowi Dihadapkan pada Polemik Ijazah

Adi kemudian menyinggung Jokowi yang menurutnya menghadapi ujian politik berupa polemik ijazah.

Persoalan itu juga berkembang menjadi perdebatan mengenai dokumen pendidikan putra Jokowi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Ketiga, mantan Presiden Jokowi, salah satu ujian terbesarnya adalah terkait dengan ijazah. Termasuk hari ini, ijazah dari Gibran,” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *