Momen HUT TNI ke-81 Jadi Puncak, Ferdinand Hutahaean: Prabowo dan Jokowi Sudah Selesai

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Politikus Ferdinand Hutahaean meyakini hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah berakhir.
Ferdinand berkaca pada sejumlah peristiwa politik dalam sepekan terakhir, termasuk perubahan posisi sejumlah pejabat serta momen Prabowo dan Jokowi dalam peringatan HUT ke-81 TNI.
Dikatakan Ferdinand, rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan Prabowo kini ingin menegaskan posisinya sebagai pemegang kendali utama pemerintahan.
Ferdinand: Prabowo dan Jokowi Sudah Selesai
Ferdinand menanggapi isu yang menyebut hubungan Prabowo dan Jokowi telah berakhir.
“Cerita banyak orang bahwa hubungan Prabowo dengan Jokowi telah berakhir, saya yakini bukanlah sebuah cerita omong kosong dan bukan cerita isapan jempol,” ujar Ferdinand, dikutip fajar.co.id, Selasa (6/10/2026).
“Saya meyakini sepenuhnya bahwa itu benar-benar terjadi, Prabowo dan Jokowi sudah selesai,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa keyakinannya tersebut didasarkan pada sejumlah perkembangan politik yang terjadi belakangan.
Pergeseran Sejumlah Pejabat Kuatkan Indikasi
Ferdinand menyebut sejumlah perubahan posisi pejabat menjadi indikasi keretakan hubungan tersebut.
“Saya melihat banyak fakta-fakta yang terjadi dalam seminggu terakhir, dimulai dari pencopotan Kapolri, pencopotan Menko Polhukam, pencopotan Kodari dari Bakom,” Ferdinand menuturkan.
“Penggeseran banyak Kapolda-Kapolda, diparkirnya dua kekuatan utama Listyo Sigit yaitu mantan Kabareskrim dan mantan Kabaintelkam ke KSP mengikuti Pak Listyo Sigit,” tambahnya.
Ferdinand: Prabowo The Real President
Kata Ferdinand, rangkaian perubahan tersebut menunjukkan sikap politik Prabowo yang semakin tegas.
“Bagi saya ini adalah sebuah sikap tegas Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa dirinya adalah the real president,” terangnya.
Ferdinand menilai Prabowo ingin memastikan tidak ada kekuatan lain yang dapat mengintervensi pemerintahannya.
“Prabowo adalah presiden sesungguhnya dan dia tidak mau diganggu oleh kekuatan-kekuatan apapun yang mencoba menjadi subordinasi kekuatan politik yang lain,” imbuhnya.
Ferdinand juga menyoroti dua momen yang memperkuat pandangannya, yakni peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan HUT ke-81 TNI.
“Selain itu, peristiwa yang terjadi pada saat hari peringatan Kesaktian Pancasila, Gibran seperti diabaikan, dan bukan seperti diabaikan, benar-benar diabaikan. Yang kedua, pada saat HUT TNI, Jokowi diabaikan benar-benar juga oleh Prabowo Subianto,” jelasnya.
Lanjut Ferdinand, dua momen tersebut menjadi sinyal bahwa Prabowo tidak lagi berada di bawah pengaruh Jokowi.
Source link
