Denny Siregar Dukung Rocky Gerung: Mending Dia di Dalam daripada Istana Dikuasai Orangnya Jokowi

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial yang juga dikenal sebagai produser film, Denny Siregar, ikut menanggapi kabar masuknya akademisi Rocky Gerung ke dalam Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui tanggapannya, Denny membeberkan pandangannya mengenai sosok Rocky Gerung dari kacamata seorang produser film. Menurutnya, Rocky adalah figur yang terbilang unik dan independen.
“Dari kacamata produser, Rocky ini adalah karakter yang unik. Cara berpikirnya bebas dan liberal, susah diatur karena semau dirinya saja. Dia tidak suka uang karena buat dia bukan itu tujuannya, dan pergaulannya luas,” ujar Denny, dikutip fajar.co.id dari akun media sosialnya, Sabtu (3/10/2026).
Denny mengakui, dirinya dahulu termasuk pihak yang berseberangan dan kerap mengkritik tajam analisis politik Rocky Gerung. Namun, ia tak memungkiri bahwa kritik Rocky terhadap arah kepemimpinan negara terbukti beralasan.
Ia juga menceritakan momen berkesan saat berhadapan langsung dengan pengamat politik tersebut.
“Satu yang harus diakui, Rocky pernah peringatkan kita bahwa ada yang tidak beres dalam kepemimpinan negara ini. Dia melawan arus dan digebuki dari mana-mana, termasuk saya. Satu waktu pas ketemuan, dia bilang, ‘Udah selesai Den dungunya?’ Sialan,” kenang Denny.
Misi di Lingkaran Istana dan Peta Politik
Menanggapi banyaknya gelombang kritik publik atas bergabungnya Rocky Gerung ke struktur Wantimpres, Denny menilai Rocky sama sekali tidak menghiraukan cibiran tersebut karena memiliki agenda politik pribadi.
“Sekarang dia digebukin lagi ramai-ramai karena masuk Wantimpres. Banyak yang tidak rela, tapi itulah Rocky, dia tidak peduli. Dia punya misi sendiri. Mungkin dia berpikir, daripada Prabowo dipengaruhi orang-orang Jokowi, mending dia yang mempengaruhi,” ungkapnya.
Denny menjelaskan bahwa sejak awal Rocky Gerung memiliki sikap kritis yang sangat keras terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang dinilainya telah merusak konstitusi. Sebaliknya, Rocky cenderung memiliki kedekatan komunikasi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto.
“Bagi Rocky, Jokowi itu perusak konstitusi. Sedangkan Prabowo sudah benar karena hanya Prabowo lah yang berani melawan oligarki yang selama ini berada di belakang Jokowi. Begitu cara berpikirnya,” tambah Denny.
Prediksi Debat Panas di Internal Wantimpres
Lebih lanjut, Denny menyambut positif kehadiran Rocky Gerung di lingkaran dalam kepresidenan. Ia memprediksi kehadiran Rocky akan membawa dinamika perdebatan pemikiran yang sengit melawan figur-figur loyalis Jokowi di jajaran pemerintahan.
Source link
