News

Tawuran hingga Geng Motor Bersenjata Busur Masih Menghantui Makassar, Ini Pesan Pengamat untuk Kapolda Baru



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Pergantian pucuk pimpinan Polda Sulsel disebut tidak boleh berhenti sebagai rotasi jabatan semata.

Pengamat Hukum Pidana UIN Alauddin Makassar, Dr. Rahman Syamsuddin, berharap kehadiran Irjen Pol Awal Chaeruddin sebagai Kapolda Sulsel yang baru menjadi momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh pola penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan di Sulsel, khususnya Kota Makassar.

Dikatakan Rahman, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar slogan mengenai ketegasan kepolisian terhadap pelaku kejahatan.

Kehadiran negara, kata dia, harus dapat dirasakan secara nyata melalui pencegahan kejahatan, kecepatan penindakan, hingga rasa aman yang benar-benar dirasakan warga.

Pergantian Kapolda Jadi Momentum Evaluasi

Rahman menyebut, pergantian Kapolda merupakan bagian yang lazim dalam dinamika kepemimpinan institusi kepolisian.

Ia menegaskan bahwa momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk melihat kembali berbagai persoalan keamanan yang masih terjadi di Sulsel.

“Menurut saya pergantian Kapolda Sulsel hal biasa dalam pergantian kepemimpinan namun ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pola penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, khususnya di Makassar,” ujar Rahman kepada fajar.co.id, Sabtu (3/10/2026).

Ia menekankan bahwa evaluasi tersebut penting agar kebijakan keamanan tidak hanya berorientasi pada penindakan setelah kejahatan terjadi.

Rahman mengatakan masyarakat membutuhkan bukti konkret bahwa aparat negara mampu memberikan perlindungan dan rasa aman.

“Masyarakat tidak cukup hanya mendengar slogan bahwa Sulsel tidak aman bagi pelaku kejahatan, tetapi membutuhkan bukti nyata bahwa negara hadir, kejahatan dapat dicegah, pelaku cepat ditindak, dan warga benar-benar merasa aman,” ucapnya.

Baginya, keberadaan polisi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama di kawasan yang selama ini dianggap memiliki potensi gangguan keamanan.

Tawuran hingga Geng Motor Perlu Dicegah

Kapolda baru yang merupakan putra daerah itu juga diharapkan memperkuat kemampuan kepolisian dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi tindak kekerasan.

“Kapolda yang baru perlu memperkuat deteksi dini dan pencegahan terhadap tawuran, perang kelompok, geng motor, penggunaan busur, narkotika, serta kejahatan jalanan,” tukasnya.

Rahman menilai sejumlah peristiwa bentrokan yang menimbulkan korban jiwa tidak boleh berlalu tanpa evaluasi mendalam.

“Peristiwa bentrok yang sampai menimbulkan korban jiwa harus menjadi bahan evaluasi serius,” imbuhnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *