Skor Ajaib Malaysia vs Singapura Bikin John Herdman Heran, Bayang-bayang Rekam Jejak ‘Match Fixing’ Kembali Mencuat

PORTALUTAMA.NET, BANDUNG — Kemenangan telak Timnas Malaysia saat membantai Singapura 6-0 pada pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, mendadak jadi sorotan hangat.
Meski Timnas Indonesia dipastikan lolos mendampingi Malaysia, sang juru taktik Tim Garuda, John Herdman, terang-terangan mengaku terheran-heran dengan skor akhir yang dinilainya tak lazim tersebut.
Lantas, apa yang membuat hasil laga itu memicu riak kecurigaan publik?
Jawabannya tak lepas dari rekam jejak panjang kedua negara. Dalam kurun waktu tiga dekade terakhir, nama Malaysia dan Singapura berulang kali terseret dalam peta hitam pengondisian atau pengaturan skor (match fixing) di kawasan Asia Tenggara.
Mengutip laporan dari Al Jazeera, Malaysia dan Singapura memang pernah dicap sebagai bagian penting dari ekosistem match fixing di tingkat regional. Catatan sejarah kelam persepakbolaan di kedua negara memperlihatkan akar masalah tersebut dengan sangat jelas.
Kelamnya Sejarah Pengaturan Skor di Malaysia
Malaysia tercatat memiliki rekam jejak panjang terkait skandal domestik. Salah satu skandal terbesar mengguncang sepak bola Negeri Jiran pada tahun 1994.
Sebagaimana dilansir media Malaysia The Star, kala itu lebih dari 100 pemain dan pelatih diperiksa intensif hingga berujung pada sanksi tegas puluhan pemain.
Dua dekade berselang, tepatnya pada 2016, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sempat mencabut pembebasan hukuman bagi 84 pemain yang dulu terseret. Kasus ini menegaskan bahwa match fixing di Malaysia bukanlah fenomena baru era perjudian daring, melainkan penyakit lama yang sudah mengakar sebelum pasar taruhan internet menjamur.
Kasus lainnya meletus pada Februari 2018. Komisi Antirasuah Malaysia (MACC) menahan dua pemain Sarawak dan seorang perantara bandar. Penyelidikan berfokus pada laga Sarawak vs Felcra FC yang berakhir 2-3, setelah Sarawak yang sempat unggul 2-0 di babak pertama mendadak goyah secara mencurigakan.
Singapura dan Jaringan Kartel Internasional
Jika Malaysia kuat dengan skandal internalnya, Singapura justru menjelma sebagai hub penting jaringan match fixing internasional pada dekade 2010-an.
Pada 2013, koran terkemuka The Straits Times melansir hasil investigasi Europol yang membongkar sindikat perjudian sepak bola berbasis di Singapura. Sindikat ini ditengarai membidik sedikitnya 380 pertandingan di pelbagai belahan dunia.
Jaringan ini beroperasi lintas batas. Pemain, wasit, pejabat pertandingan, perantara, hingga pemegang dana (bookmaker) bekerja terpisah dari negara yang berbeda. Nama Tan Seet Eng alias Dan Tan kemudian mencuat ke permukaan sebagai dalang utama di balik jaringan raksasa tersebut.
Source link
