Dino Patti Djalal: Kemarin Saya Hubungi Teddy Agar Semangat Hadapi Kritik, Usai Main Pulpen di Depan Putin

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengaku telah menghubungi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dia memberi Teddy semangat.
Hal tersebut dilakukan berkaitan dengan kritik yang diterima Teddy. Setelah videonya bermain pulpen di depan Presiden Rusia Vladimir Putin viral.
“Kemarin saya hubungi Seskab Teddy Indra Wijaya untuk sampaikan agar yang bersangkutan tetap semangat hadapi derasnya komentar re permainan pulpen di depan Putin,” kata Dino dikutip dari unggahannya di X, Rabu (9/9/2026).
Dino mengungkapkan, kesalahan tersebut sebelumnya juga pernah ia lakukaan saat berada di pemerintahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yushoyono (SBY).
“Dulu saya juga sering lakukan hal-hal kecil dalam pertemuan bilateral yang kadang membuat saya ditegur Pres SBY,” terangnya.
Dia meminta Teddy agar memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya.
“Yang penting, always give your best dan lakukan tugas negara dengan tulus,” pungkasnya.
Sempat Saling Timpal
Teddy dan Dino sebelumnya sempat saling timpal. Hal tersebut setelah Dino mengkritik kunjungan kunjungan kerja (Kunker) luar negeri (LN) Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, pengeluaran tersebut mencakup rombongan pendahulu, biaya penerbangan, akomodasi hotel, hingga kebutuhan logistik lainnya.
“Satu perjalanan ke luar negeri bisa menghabiskan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Karena itu saya punya lima saran untuk Presiden Prabowo,” kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini.
Karena itu, Dino memberikan sejumlah saran. Salah satunya memaksimalkkan teknologi.
Dino mendorong Presiden lebih sering memanfaatkan teknologi komunikasi seperti video conference, panggilan telepon, atau pertemuan virtual untuk menjaga hubungan dengan para pemimpin dunia.
Berdasarkan pengalamannya sebagai diplomat, inti sebuah pertemuan bilateral umumnya hanya berlangsung satu hingga dua jam, sementara sisanya diisi agenda seremonial yang dinilai tidak selalu diperlukan.
“Pengalaman saya, suatu kunjungan bilateral biasanya hanya berpusat pada satu pembicaraan yang berlangsung satu jam atau dua jam. Selebihnya basa-basi, jamuan, dan seremonial yang biasanya tidak perlu,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Teddy mengatakan kunjungan ke LN ditanggung pribadi.
Hal tersebut disampaikan Teddy melalui video yang diunggah di akun media sosial Sekretariat Kabinet.
“Masalah biaya bila ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata Teddy.
Source link
