Anak Buah Prabowo Yakin 73,5 Persen Bencana di Indonesia Ada yang Orkestrasi: Pasti Gue Bakal Dibilangin Gila…

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan menyakini bencana yang terjadi di Indonesia belakangan ini diorkestrasi.
Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah siniar yang tayang di YouTube Reform Syndicate.
Mulanya, Ulta memberi peringatan, bahwa pendapatnya mungkin akan membuat dirinya dilihat gila. Meski begitu, dia tetap menyampaikannya.
“Pasti gue bakal dibilang gila ini,” kata Ulta dikutip Senin (7/9/2026).
Dia lalu mengungkit gempa di China dan di Turki. Menurutnya, gempa tersebut terjadi setelah adanya konflik dengan Amerika Serikat.
“Tapi dulu pernah di Turki sama di China, mereka pernah gesekan sama Amerika,” ucapnya.
Setelah dicecar gempa mana yang dia maksud, Ulta tak merinci. Dia hanya menyebut gempanya terjadi di China dan Turki.
“Lu bisa cek di berita, terus beberapa hari kemudian gempa, di China sama di Turki itu. Itu ada,” terangnya.
“Iya (yang belum lama ini). Kalau ditelusurin lagi itu ada,” sambungnya.
Baru-baru ini, Ulta mengaku merefleksikan bencana yang terjadi di Indonesia. Mulai banjir bandang dan tanah longor di Aceh, hingga kebakaran di Kalimantan dan Papua.
“Gua sempat ngobrol sama teman gua tuh, ini kok bisa kayak gini yah. Aceh terus Papua bergejolak, habis itu Kalimantan juga kan,” ucapnya.
Rentetan peristiwa itu dia hubungkan dengan film yang baru saja dia tonton. Ulta pun tak menyebut film apa.
“Terus yang lebih aneh lagi, seminggu lalu gua lihat sebuah film, film ini merangkum hal keanehan itu,” imbuhnya.
Berdasarkan hal tersebut, dia meyakini lebih dari 50 persen bencana di Indonesia hingga demonstrasi ada yang mengorkestrasi.
“Sehinga gua 73,5 persen, wah ini pasti ada yang orkestrasi. Kemudian ada demonstrasi,” pungkasnya.
Bencana di Indonesia
Indonesia memang menghadapi rangkaian bencana di sejumlah wilayah. Banjir bandang, longsor, kebakaran hutan dan lahan, hingga erupsi gunung api terjadi di waktu dan tempat yang berbeda.
Di Aceh, banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025. BNPB mencatat sejumlah daerah di provinsi tersebut terdampak setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Aceh.
Ancaman bencana kemudian muncul dalam bentuk berbeda di kawasan Kalimantan. Memasuki periode kemarau, kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah wilayah di pulau tersebut.
Di Kalimantan Barat, kebakaran hutan dan lahan terjadi pada sejumlah lokasi sepanjang periode musim kering. Kondisi tersebut membuat karhutla menjadi salah satu ancaman yang terus dipantau pemerintah di kawasan Kalimantan.
Source link
