News

Kritik Keras Mendikbud Kabinet Bayangan Usai Ratusan Santri Keracunan MBG: BGN Tak Ada Gunanya



FAJR.CO.ID, JAKARTA — Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, dan sejumlah pesantren lainnya menjadi sorotan tajam sejumlah pihak.

Kritik tajam salah satunya datang dari Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri.

Dia menyebut peristiwa keracunan MBG yang dialami santri di pondok pesantren patut disesali. Betapa tidak, pengelola pondok selama ini sudah memiliki dapur mandiri untuk memenuhi kebutuhan makan ratusan bahkan ribuan santrinya, tanpa harus mengalami keracunan.

Iman menilai, MBG yang disalurkan kepada pondok pesantren menunjukkan bahwa program MBG yang dibangga-banggakan Presiden Prabowo itu menyalahi akal sehat.

“Keberadaan pesantren yang menerima MBG dari luar pesantren menunjukan program MBG menyalahi akal sehat. Bagaimana tidak, tiap pesantren sudah punya dapur dan hampir-hampir tidak pernah keracunan,” kata Iman.

“Karena ada MBG, tiap dapur SPPG atau yang dapur SPPGnya milik pesantren mengirim makan secara silang atau terjejaring, misal, satu dapur mengirim ke 2-3 pesantren dan seterusnya.”

Menurut Iman, jika pemerintah betul-betul niatnya murni untuk memenuhi kebutuhan gizi para siswa seperti yang selalu disampaikan, pemerintah cukup menyiapkan logistik untuk memenuhi kebutuhan dapur pesantren

“Padahal, untuk pesantren yang sudah punya dapur makan besar bukan SPPG, mereka cuma butuh logistik, seperti beras dan bahan mentah lainnya serta buah-buahan,” kata Iman.

Pemerintah kata dia tinggal mengutus petugas kesehatan untuk memastikan makanan yang disajikan kepada para santri memenuhi standar kecukupan gizinya.

Atau pesantren yang punya dapur sebelum ada MBG, tinggal diberi uang untuk belanja logistik. Dengan begitu, potensi terjadinya keracunan bahkan pemborosan makanan tidak terjadi lagi.

“Tapi tidak bisa 😁😁😁 dalam konteks ini, BGN gak ada gunanya, cuma rantau rente. Lah pesantren sudah punya segalanya untuk MBG?” sebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Kabinet Bayangan itu.

Sebelumnya, ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun menjelaskan, dugaan keracunan itu bermula setelah para santri menyantap makanan MBG selepas salat Zuhur.

Hingga Selasa malam, jumlah santri yang mengalami keluhan diperkirakan sudah lebih dari 100 orang. Mereka merupakan santri tingkat SMP dan SMA atau setara Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *