News

Terlalu Banyak Muji Menterinya, Rizal Fadillah: Prabowo Itu Presiden Buta dan Tuli



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Hampir dua tahun menjabat, kinerja kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih diragukan publik betul-betul bisa membuat rakyat sejahtera.

Pemerhati Politik dan Kebangsaan, Rizal Fadillah, menilai banyak menteri belum menunjukkan kinerja yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Rizal bahkan menyinggung desakan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) yang menyebut sekitar 90 persen menteri layak terkena perombakan atau reshuffle.

“Kata Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) 90 persen Menteri harus direshuffle karena bukan saja tidak berprestasi tapi juga tidak ada kerja,” ujar Rizal kepada fajar.co.id, Minggu (23/8/2026).

Dikatakan Rizal, setelah dicermati lebih jauh, kritik tersebut memiliki alasan yang patut diperhatikan.

“Difikir mendalam benar juga, para Menteri itu kalaupun bekerja ya proforma, petantang-petenteng, tidak becus, dan yang pasti tidak berguna,” tambahnya.

Penggunaan Anggaran Negara

Rizal melihat keberadaan menteri yang tidak mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat justru menjadi beban negara.

Ia mempertanyakan efektivitas anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk membiayai para pembantu presiden tersebut.

“Buang-buang duit negara saja untuk membiayai Menteri yang tidak mampu melayani rakyat. Mereka menjadi pelayan diri, famili, partai sendiri, dan oligarki,” tegasnya.

Rizal juga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo yang sebelumnya memberikan apresiasi terhadap kinerja para menterinya.

Menurut dia, pujian tersebut tidak sejalan dengan persepsi yang berkembang di tengah masyarakat.

Sebut Menteri ‘Gendut, Badut, dan Butut’

Rizal bahkan melontarkan kritik tajam terhadap jajaran kabinet Prabowo.

“Meski dipuji oleh Presiden bahwa semua Menteri berprestasi tapi semua tahu itu puja-puji bullshit atau omong kosong,” tukasnya.

Ia menekankan bahwa masyarakat tidak merasakan dampak nyata dari keberadaan para menteri tersebut.

“Presidennya sendiri buta dan tuli dari aspirasi rakyat. Rakyat tidak merasakan keberadaan para Menteri itu, ada dan tiada sama saja. Menteri gendut, badut, dan butut,” sesalnya.

Tidak berhenti di situ, Rizal juga menyesalkan Presiden Prabowo yang menurutnya terlalu memberikan pujian kepada para menteri.

“Presiden yang memuji-muji Menteri butut adalah Presiden butut,” cetusnya.

Sejumlah Program Pemerintah Masih Belum Matang

Rizal kemudian menyinggung sejumlah program pemerintahan Prabowo yang menurutnya belum memiliki perencanaan matang.

Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta sejumlah program lainnya sebagai kebijakan yang perlu dievaluasi secara serius.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *