Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu Per Kilogram? Ahmad Tsauri: Jauh dari Kondisi Riil di Lapangan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di DPR hingga kini masih menjadi perbincangan hangat publik di media sosial. Terkhusus seputar klaim upah pengupas bawang yang disebut mencapai Rp700 ribu per kilogram.
Konten kreator yang juga pelaku usaha, Ahmad Tsauri, pada Sabtu (15/8/2026) menyampaikan kritik terbuka atas pernyataan tersebut. Menurutnya, angka-angka yang disampaikan dalam pidato presiden dinilai tidak realistis dan jauh dari kondisi riil di lapangan.
Upah Kupas Bawang Dinilai Tak Masuk Akal
Melalui unggahannya, Ahmad Tsauri menyoroti klaim biaya pengupasan bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram. Ia membandingkan angka tersebut dengan harga komoditas bawang di pasaran saat ini.
Saat ini harga bawang di pasar berkisar Rp25.000/kg, sementara di tingkat tengkulak berada di kisaran Rp21.000/kg.
Ahmad Tsauri juga membeberkan bahwa biaya pengupasan bawang yang berlaku secara umum di lapangan hanya berkisar antara Rp1.000 hingga Rp3.000 per kilogram, bergantung pada ukuran bawang.
“Jadi kalau biaya kupas bawang Rp700.000 per kilo, entah bawang apa yang dimaksud Prabowo. Setahu saya biaya kupas bawang berkisar Rp1.000–Rp3.000 per kilo,” tulisnya.
Herwin Sudikta Ingin Daftar Jadi Pengupas Bawang
Sementara itu, pegiat media sosial Herwin Sudikta turut membahas pernyataan Presiden Prabiwi tersebut. Dia menyebut jika benar upah sebanyak itu, Indonesia masuk kategori kaya.
“Kalo buruh harian kupas bawang aja dibayar 700 ribu per kilo, berarti rakyat Indonesia udah sejahtera level emirate,” tulis Herwin melalui akun resminya di X.
Dia mengaku heran dengan upah kupas bawang tersebut. Pasalnya harga bawang hanya di daerahnya hanya kisaran Rp40 ribu.
“Bawang-nya cuma 40 ribu. Upah ngupas-nya 700 ribu. Jadi lebih mahal jasa kupasnya daripada bawang-nya sendiri,” ungkapnya.
Herwin pun mempertanyakan data dari mana yang diambil Presiden Prabowo terkait upah pengupas bawang.
“Entah data dari mana yang disodorin ke Presiden, tapi kalau bener, mending gue langsung daftar jadi tukang kupas bawang aja deh,” tutup Herwin Sudikta. (arya/fajar)
Source link
