Tidak Perlu Tunggu 5 Tahun, Prof Ryaas Rasyid Sebut Pemerintahan Prabowo Sudah Gagal

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pakar Politik dan Ilmu Pemerintahan, Prof. Ryaas Rasyid, memberikan penilaiannya terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ryaas bahkan menyebut bahwa pemerintahan saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda kegagalan.
Menurutnya, kesimpulan tersebut tidak harus menunggu masa pemerintahan berjalan hingga lima tahun.
Ia menjelaskan, penilaian itu disampaikan berdasarkan keahliannya dalam bidang pemerintahan dan politik.
Ryaas mengibaratkan analisis seorang pakar pemerintahan dengan seorang ahli sepak bola yang mampu membaca arah pertandingan sejak awal.
Tidak Perlu Tunggu Lima Tahun
Ryaas mengatakan seorang ahli tidak harus menunggu pertandingan selesai untuk mengetahui kecenderungan hasil akhirnya. Menurut dia, pola yang terlihat sejak awal sudah bisa menjadi indikator.
“Kalau begini terus iya (Pemerintahan Prabowo akan gagal). Banyak faktor sebenarnya, dan itu publik sudah tahu,” ujar Ryaas, dikutip fajar.co.id, Minggu (12/9/2026).
Ia kemudian menerapkan analogi tersebut untuk membaca jalannya pemerintahan Prabowo.
“Saya ini kan ahli pemerintahan, ahli politik. Sama dengan kalau ahli sepak bola melihat pertandingan sepakbola itu tidak perlu menunggu sampai babak kedua selesai baru dia tahu siapa menang,” tukasnya.
Ryaas melanjutkan pandangannya dengan membandingkan situasi pemerintahan dengan jalannya pertandingan sepak bola.
“Itu 10 menit, 20 menit pertama, ahli sepak bola sudah tahu siapa yang bakal kalah. Atau siapa yang bakal menang,” ucap dia.
“Nah saya juga begitu. Jadi saya tidak perlu menunggu 5 tahun. Sekarang pun sudah bisa saya simpulkan, kalau ini pola yang sama bergerak terus sampai 5 tahun, itu sudah pasti gagal,” sambungnya.
Sebut Pemerintahan Sudah Gagal
Tidak berhenti pada prediksi, Ryaas bahkan menyebut kondisi pemerintahan saat ini sudah masuk kategori gagal menurut penilaiannya.
Ia menilai persoalan tersebut akan terus berlanjut apabila tidak ada perubahan mendasar dalam cara pemerintah menjalankan roda pemerintahan.
“Sekarangnya sudah gagal. Jadi kalau tidak dikoreksi, akan gagal terus sampai di ujung. Makanya harus dikoreksi. Dan dikoreksi ini tidak gampang,” jelasnya.
Kata Ryaas, salah satu persoalan yang membuat koreksi sulit dilakukan adalah adanya resistensi terhadap kritik dari pihak yang sedang berkuasa.
Karena pihak yang bersangkutan itu termasuk sulit untuk menerima kritik. Apalagi koreksi. Nah ini yang bikin masalah,” imbuhnya.
Ryaas kemudian menekankan bahwa persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan masukan dari pihak luar. Menurutnya, perubahan harus datang dari dalam pemerintahan itu sendiri.
Source link
