Pastikan Akses Keuangan bagi Keluarga Prasejahtera, Airlangga Hartarto Siapkan Bunga Kredit di Bawah 9 Persen

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Akses pembiayaan yang lebih adil bagi masyarakat lapisan bawah, khususnya keluarga prasejahtera yang menjalankan usaha mikro berupaya diperkuat pemerintah.
Salah satunya melalui skema subsidi bunga untuk kredit keluarga prasejahtera tersebut. Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto.
Hal itu disampaikan usai memimpin Rapat Komite Kebijakan KUR di kantor Kemenko Perekonomian. “Saya memimpin Rapat Komite Kebijakan KUR di Kantor Kemenko Perekonomian, dengan salah satu agenda penting membahas penguatan skema subsidi bunga untuk Kredit Keluarga Prasejahtera,” jelas Airlangga dikutip Jumat (14/8/2026).
Airlangga menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan yang lebih adil bagi masyarakat lapisan bawah, khususnya keluarga prasejahtera yang menjalankan usaha mikro.
“Arahan Presiden Prabowo Subianto agar bunga kredit bagi keluarga prasejahtera diturunkan dari sekitar 24 persen menjadi di bawah 9 persen, menjadi pijakan penting dalam merumuskan skema pembiayaan yang lebih terjangkau,” jelas Airlangga.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan, dengan adanya subsidi bunga itu, pemerintah berupaya mengurangi beban biaya pembiayaan yang selama ini menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat prasejahtera dalam mengembangkan usahanya.
Dengan hadirnya pembiayaan yang lebih murah, Airlangga berharap hal tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan modal para pengusaha, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku usaha mikro untuk meningkatkan kapasitas produksi, pendapatan, dan kemandirian ekonomi keluarga.
Dia menambahkan bahwa, dalam rapat yang dipimpin itu, mereka membahas bagaimana kebijakan tersebut dapat diintegrasikan secara tepat dalam ekosistem Kredit Program Pemerintah, dengan tetap memperhatikan ketepatan sasaran, keberlanjutan fiskal, tata kelola, serta kualitas penyaluran.
“Pengalaman KUR menunjukkan bahwa subsidi bunga/margin dapat menjadi instrumen penting untuk membuat pembiayaan produktif lebih terjangkau bagi masyarakat yang feasible namun belum sepenuhnya bankable,” jelasnya.
Dia berharap ke depan, yang ingin pemerintah bangun bukan sekadar kredit dengan bunga rendah, tetapi ekosistem pembiayaan yang mampu mendorong keluarga prasejahtera naik kelas. Karena itu, modal harus hadir bersama pendampingan, akses pasar, dan kesempatan untuk mengembangkan usaha.
Dengan demikian, jelas Airlangga, kebijakan kredit program dapat menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk memperkuat inklusi keuangan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya mempercepat pengurangan kemiskinan secara berkelanjutan. (fajar)
Source link
