Paul Pogba Makin Terpuruk, AS Monaco Tak Sabar Ingin Segera Akhiri Kontraknya

PORTALUTAMA.NET, MONAKO — Perjalanan Paul Pogba di AS Monaco berjalan semakin buruk. Mantan bintang Manchester United itu kembali menuai kemunduran yang memukul mental dan kariernya.
Sejak meninggalkan United dengan status bebas transfer pada musim panas 2022, Pogba melalui kariernya dengan masa-masa yang sangat sulit.
Pemenang Piala Dunia ini dijatuhi larangan bermain dalam jangka waktu lama karena gagal dalam tes doping. Ia dinyatakan positif menggunakan DHEA, zat terlarang yang dapat meningkatkan kadar testosteron.
Ia sempat diskors sementara oleh badan anti-doping nasional Italia (NADO Italia), sebelum akhirnya dijatuhi larangan bermain selama empat tahun pada Februari 2024.
Pogba secara konsisten membantah melakukan pelanggaran, dan upaya bandingnya membuahkan hasil pada bulan Oktober ketika Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengurangi masa hukumannya menjadi 18 bulan.
Kepindahannya ke Monaco pada musim panas lalu sempat menjadi sorotan sensasional bagi lulusan Akademi Carrington ini. Sayangnya, ia hanya diberi kesempatan tampil dalam enam pertandingan resmi selama musim 2025/2026, dengan akumulasi waktu bermain tak lebih dari 115 menit.
Situasi semakin memburuk saat Pogba kembali mengalami cedera saat pramusim. Sejumlah media Prancis melaporkan bahwa Monaco kini memutuskan untuk melepasnya sebagai akibat dari situasi tersebut.
Fabrizio Romano telah mengonfirmasi kabar ini melalui unggahan di X: “BERITA TERKINI: AS Monaco menawarkan pemutusan kontrak kepada Paul Pogba.”
“Klub ingin mengakhiri kontrak atas kesepakatan bersama paling lambat 1 September agar Paul bisa mencari klub baru tahun ini.”
“Keputusan ada di tangan Pogba (yang saat ini sedang cedera), namun AS Monaco telah menginformasikan hal ini kepada pihak sang pemain, menurut laporan Nice Matin dan Le Parisien.”
Menurut The Athletic, pembicaraan sedang berlangsung antara pihak Pogba dan Monaco mengenai skema pemutusan kontraknya. Klub Ligue 1 tersebut sempat berharap dapat mengembalikan kondisi kebugaran pemain berusia 33 tahun itu ke tingkat semula, namun mereka merasa belum berhasil mencapai tujuan tersebut. (fajar)
Source link
