News

Nazlira Alhabsy Respons Hijrahnya Dokter Tifa dari Polemik Ijazah Jokowi: Dokumen Ada Baru Bicara Asli atau Palsu



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Keputusan Dokter Tifauzia Tyasumma untuk berhijrah dari polemik dugaan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi buah bibir.

Pengacara sekaligus pegiat media sosial, Nazlira Alhabsy, turut memberikan pandangannya mengenai polemik tersebut.

Ia menekankan pentingnya bukti dokumen dalam membuktikan keabsahan sebuah ijazah.

Tidak Harus Menunggu Hasil Sidang

Dikatakan Nazlira, pembuktian mengenai ada atau tidaknya sebuah ijazah tidak harus menunggu adanya putusan pengadilan.

“Tidak perlu keputusan pengadilan untuk memastikan tidak adanya sebuah ijazah,” ujar Nazlira, dikutip fajar.co.id, Senin (10/8/2026).

Ia kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan kemampuan seseorang menunjukkan dokumen pendidikan yang dipersoalkan serta kehadiran dalam proses hukum.

“Cukup tak mampu menunjukan Ijazah, tak berani menghadap Hakim, mengelak Panggilan Pengadilan,” lanjutnya.

Bedakan Ijazah Asli dan Dugaan Pemalsuan

Nazlira juga menyampaikan pandangannya mengenai perbedaan antara ijazah asli atau palsu dengan persoalan keberadaan dokumen itu sendiri.

Kata dia, status asli atau palsu baru dapat dipersoalkan ketika dokumen ijazah tersebut memang tersedia dan dapat diperiksa.

“Asli atau palsu itu kalau (dokumen) Ijazahnya ada. Kalau tidak ada namanya penipuan, bukan pemalsuan,” tegasnya.

Sebelumnya, Dokter Tifauzia Tyassuma, kembali menegaskan dirinya memilih mengambil jarak dari perdebatan yang selama ini menyita perhatian publik.

Dokter Tifa, sapaannya, mengaku ingin meninggalkan kebisingan polemik ijazah dan kembali fokus pada bidang keilmuan yang selama ini ia tekuni.

Meski demikian, ia menegaskan tetap akan mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berjalan.

Pilih Hijrah dari Polemik Ijazah

Tifa mengatakan, setiap orang memiliki fase dalam hidup untuk menentukan langkah yang akan diambil, termasuk memilih berhenti dari perdebatan yang berkepanjangan.

Menurutnya, keputusan tersebut bukan berarti menghindari persoalan, melainkan bagian dari pilihan hidup yang disadari sepenuhnya.

“Ada fase dalam hidup ketika seseorang memutuskan tugasnya bukan lagi bertempur, tetapi menyampaikan kebenaran, lalu melangkah pergi dengan tenang,” ujar Tifa, dikutip fajar.co.id, Kamis (6/8/2026).

Ia mengakui, polemik mengenai ijazah Presiden ke-7 RI telah membawanya ke dalam berbagai dinamika, mulai dari kontroversi di ruang publik hingga proses hukum.

“Perjalanan panjang penuh kontroversi, perdebatan, bahkan proses hukum, telah menempatkan satu nama di tengah pusaran isu besar, polemik ijazah Presiden ke-7 RI,” ucapnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *