Demo Protes MBG dan Bubarkan Kopdes Merah Putih di Makassar Dibubarkan, 3 Kader PMII Ditangkap Polisi

PORTALUTAMA.NET,MAKASSAR — Demonstrasi prtoes Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Bubarkan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Makassar, Rabu (24/6/2026) berujung ricuh. Tiga orang demonstran diamankan.
Demonstrasi tersebut berlangsung di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan. Tiga kader PMII masing-masing berinisial MF, F, dan WAS ditangkap lalu dibawa ke Polrestabes Makassar.
Kordinator Lapangan aksi, Siti Nurul Ikhsani, mengatakan pihaknya saat ini berkoordinasi dengan tim advokasi dari LBH Makassar, untuk pengampingan hukum.
“Hingga saat ini, PC PMII Kota Makassar terus melakukan koordinasi intensif dengan tim advokasi dan LBH,” kata Siti.
Dia bilang, pihaknya akan mengawal kawan-kawan mereka yang ditangkap.
“Kami berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas, memastikan keselamatan sahabat-sahabat kami, serta menuntut pertanggungjawaban atas dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian,” ucapnya.
Kronologis Penangkapan
Aksi dimulai sekitar pukul 15.11 Wita. Massa lebih dulu berkumpul di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar sebelum bergerak menuju Lapangan Hertasning.
Setelah melakukan konsolidasi, massa melanjutkan perjalanan ke Kantor DPD KNPI Kota Makassar. Jumlah peserta aksi disebut bertambah hingga mencapai sekitar 160 orang.
Massa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Sulawesi Selatan. Aksi dipimpin Jenderal Lapangan Siti Nurul Ikhsani dan didampingi Ketua Umum PC PMII Kota Makassar Muhammad Arfiansyah Aris.
Di depan Kantor DPRD Sulsel, peserta aksi menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah.
Salah satu tuntutan utama adalah evaluasi Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Massa juga meminta pemerintah melakukan reset terhadap Badan Gizi Nasional.
Selain itu, demonstran mendesak pembubaran Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP. Mereka juga meminta peningkatan kesejahteraan guru di Indonesia.
PMII turut menyoroti pelaksanaan Program MBG yang dinilai belum berjalan optimal. Massa meminta pengawasan yang lebih ketat dan transparan terhadap program tersebut.
Pernyataan sikap dan selebaran aksi kemudian diterima staf administrasi DPRD Sulawesi Selatan. Aksi berlangsung hingga menjelang petang.
Menurut PMII, situasi mulai memanas sekitar pukul 17.46 Wita. Saat itu sejumlah aparat kepolisian mendatangi lokasi aksi.
Ketegangan disebut terjadi saat aparat berupaya memadamkan api yang digunakan dalam demonstrasi. Dari situlah situasi kemudian berkembang menjadi kericuhan.
Source link
