News

Demi Bangun Kopdes, SDN Wolomoni Digusur Paksa, Orang Tua Murid dan Guru Beri Perlawanan



PORTALUTAMA.NET, ENDE — Suasana tegang menyelimuti lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni di Desa Niawula, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah orang tua murid, para guru, hingga para siswa berkumpul untuk menyuarakan penolakan keras terhadap aksi penggusuran paksa fasilitas pendidikan mereka.

Aksi penolakan tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram feedmedsos. Berdasarkan keterangan unggahan, ketegangan ini dipicu oleh rencana pembongkaran area sekolah demi memfasilitasi pembangunan Koperasi Desa (KOPDES) Merah Putih.

Warga dan pihak sekolah menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai mengorbankan masa depan dan kenyamanan belajar mengajar anak-anak demi proyek bangunan lain.

Pihak-pihak terkait, termasuk oknum aparat, diduga ikut turun tangan dalam memuluskan proses eksekusi lahan tersebut, yang memicu gelombang protes lebih besar dari masyarakat setempat.

Netizen Soroti Prioritas Pembangunan dan Kinerja Aparat

Unggahan video tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet. Kolom komentar dipenuhi oleh kritik tajam yang menyayangkan mengapa sektor pendidikan harus dikorbankan demi sebuah proyek koperasi.

Banyak netizen yang merasa prihatin melihat sekolah dasar harus digusur. Akun @eriki*** menuliskan, “Dunia Pendidikan rela dihancurkan demi membangun bangunan korupsi berjemaah.”

Keterlibatan oknum aparat di lapangan juga memicu kekecewaan masyarakat. Salah satunya diungkapkan oleh akun @roffik*** yang berkomentar, “Panglima TNI bangga kelakuan anggota nya 😢👏,” sementara akun @aji2.473 menambahkan, “Makin biadab aja TNI nih tugasmu jg keamanan bukan merusak.”

Saking geramnya, beberapa netizen tampak menandai akun-akun resmi pejabat negara agar kasus ini mendapat perhatian nasional. Akun @wahyo3.lin terlihat melakukan mention massal ke akun Presiden, Wakil Presiden, hingga instansi terkait seperti @prabowo, @gibran_rakabuming, dan @tni_angkatan_darat.

Perbandingan antara pentingnya koperasi dan pendidikan juga disorot tajam. “Lebih penting koperasi daripada pendidikan ya pak @prabowo @puspentni ???” tulis akun @harman***.

Hingga saat ini, unggahan tersebut terus dibanjiri komentar dan desakan dari publik agar pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan mengevaluasi kebijakan penggusuran di SDN Wolomoni demi menyelamatkan hak belajar para siswa.

Kopdes Korbankan Pendidikan?

Sebagai informasi penolakan terhadap aksi penggusuran paksa itu terjadi di lingkungan sekolah SDN Wolomoni di Desa Niawula, Kabupaten Ende, Sabtu (6/6/202).

Daerah yang digusur menurut rencana akan dibangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurut keterangan seorang warga Wolomoni, mengatakan saat ini para orang tua murid, para guru, tokoh adat (Mosalaki) sedang berada di lingkungan SDN Wolomoni untuk menghalau aksi penggusuran paksa.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *