News

Sindikat Love Scamming Libatkan Mantan Artis Berperan Layani Video Call, Kasusnya Didalami dengan Libatkan FBI



PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Sindikat penipuan online di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) terbongkar. Kasus ini menyeret seorang artis perempuan berinisial F.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Ditressiber Polda Jateng, Kombes Pol Himawan Susanto Saragih. Dia mengatakan F berperan penting dalam dinsikat tersebut.

Bagaimana tidak, kata Himawan, F bertugas sebagai model. Perannya meyakinkan korban melalui video call.

“Jadi model yang dapat kami amankan ini tugasnya adalah melayani video call sesuai dengan yang dikehendaki korban,” kata Himawan dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Selasa (2/6/2026).

Himawan bilang, sindikat ini bekerja sistematis. Terlabih dahulu, marketing menggaet korban untuk pendekatan.

Saat korban mulai ragu berinvestasi, peran krusial F berfungsi. Dia yang meyakinkan korban.

“Marketing itu mendapat korban. Apabila di dalam pendalaman mereka si korban butuh keyakinan, maka yang tampil adalah bukan marketing, tapi model,” jelasnya.

Meski spekulasi sejumlah nama sudah mencuat di ruang digital, polisi belum mengungkap identitas F. Himawan hanya memastikan, F, merupakan bekas artis.

“Yang jelas model dari mantan artis, itu saja,” terang Himawan.

Siapa F?

Foto yang dirilis polisi, menunjukkan seorang perempuan mengenakan pakaian warna kuning. Tapi wajahnya disensor.

Tapi yang membuat spekulasi menjadi liar, karena danya tato di bagian bawah leher dan tangan tersangka.

Hal itu mengarah pada mantan istri personel boyband Reza SMASH, yang diketahui pernah menikah pada 2018 dan bercerai pada 2020.

F menjadi sorotan karena perannya yang krusial. Sindikat ini diketahui sudah meraup keuntungan USD 2.327.625,85 atau setara dengan Rp41,1 miliar.

Polda Jateng Gaet FBI

Kabarnya, sudah ada 133 orang yang jadi korban. Mayoritas Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat.

Toral tersangkanya 39 orang. Di antaranya 28 WNI, tujuh warga Nepal, dan empat warga Myanmar.

Mengingat mayoritas dari 133 korban tersebut adalah warga negara Amerika Serikat, Polda Jateng kini tengah menjalin kerja sama intensif dengan Federal Bureau of Investigation(FBI), Bareskrim Polri, dan Divisi Hubinter.

Kolaborasi lintas negara ini dilakukan untuk menelusuri identitas para korban sekaligus memperkuat pembuktian perkara di meja hijau.
(Arya/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *