Faldo Maldini Heran PDIP-PKS Bersatu karena Gibran, Said Didu: Sisakan Ruang Ketidakpercayaan

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pegiat media sosial Muhammad Said Didu menanggapi secara menohok pernyataan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Faldo Maldini, yang sebelumnya mengomentari fenomena langka bersatunya PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR RI.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN tersebut menyentil narasi politik yang dilemparkan oleh pihak PSI terkait wacana pengusutan syarat pendidikan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di parlemen.
“Uhuiiii. Kembali ke Laptop,” ucap Said Didu dilansir dari akun X pribadinya, Rabu (28/10/2026).
Lebih lanjut, Said Didu mengingatkan publik agar senantiasa bersikap kritis dan tidak telan mentah-mentah setiap manuver serta retorika yang disampaikan para elite politik.
“Selalu sisakan ruang ketidakpercyaaan kepada politisi,” pungkasnya.
Reaksi Said Didu tersebut membalas pernyataan Faldo Maldini yang sebelumnya menyoroti langkah politik PDIP dan PKS. Kedua partai yang dikenal kerap berada di posisi berseberangan tersebut mendadak menggalang komunikasi lintas fraksi di Senayan untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai polemik ijazah Gibran.
Faldo menyebut kemampuan Gibran secara tak sengaja justru dapat menyatukan dua partai besar yang selama ini sulit duduk bersama.
“Langka juga kemampuan Mas Gibran ini. Maksud saya, dua partai yang jalannya beda, PDIP sama PKS bisa duduk satu meja, nih,” kata Faldo Maldini dalam program Sapa Indonesia Malam KompasTV, Senin (26/10/2026).
Kendati demikian, Faldo menyayangkan persatuan PDIP dan PKS tersebut lantaran dinilai memiliki motif politik yang menyasar individu tertentu, alih-alih dilandasi program pro-rakyat.
“Sayangnya yang mempersatukan PDIP dan PKS bukan program untuk masyarakat, tetapi ada satu nama yang lagi ditarget. Bayangkan seandainya persatuan ini dipakai untuk membantu pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran, pasti kita sama-sama happy,” imbuhnya.
Politikus PSI itu pun mendesak fraksi-fraksi di Senayan untuk memindahkan energi perdebatan ke arah pembuatan regulasi melalui revisi Undang-Undang Pemilu daripada terus memelihara polemik personal.
“Usul saya, Bapak-Ibu yang di DPR sana bikin aturannya, revisi UU Pemiu itu kan lagi dibahas. Nah, di situlah kami kira persatuan ini akan melahirkan aturan yang sangat berdampak bagi jutaan anak muda,” kata Faldo.
“Bukan hanya sekadar polemik untuk satu orang yang bernama Mas Gibran Rakabuming Raka. Jadi, kami kira jika ini memang serius partai-partai, bikin aturannya, naikin ke undang-undang, toh pada di DPR semua,” tegas Faldo.
Source link
