News

Waspadai Banjir Jelang Musim Hujan, Daryono: Kesiapsiagaan Tidak Boleh Menunggu Banjir Terjadi



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Edukator Mitigasi Bencana, Daryono Perwira Sakti, meminta pemerintah dan masyarakat untuk mewaspadai bencana banjir menjelang musim hujan. Kewaspadaan itu dinilai perlu dilakukan sejak awal untuk meminimalisasi dampak negatif ketika bencana terjadi.

Daryono menyebutkan bahwa hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Jabodetabek pada Sabtu (24/10) lalu, termasuk Cibinong dan Bekasi, sudah menimbulkan genangan di kawasan Babelan. Kondisi itu menjadi sinyal bahwa ancaman banjir perlu diwaspadai.

“Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Jabodetabek termasuk Cibinong dan Bekasi hingga menimbulkan genangan di kawasan Babelan, menjadi pengingat bahwa ancaman banjir dan cuaca ekstrem perlu diwaspadai menjelang musim hujan,” kata Daryono, Selasa (27/10/2026).

Dia menjelaskan bahwa pada masa peralihan, hujan lebat berdurasi singkat dapat terjadi secara mendadak, disertai petir dan angin kencang. Karena itu, menurutnya risiko banjir juga perlu dicermati secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Misalnya saja hujan deras di kawasan Bogor dan sekitarnya dapat meningkatkan debit sungai yang mengalir menuju wilayah Bekasi dan Jakarta.

Sementara itu, kondisi dataran rendah, kapasitas drainase yang terbatas, sedimentasi, dan hambatan aliran di hilir dapat memperbesar risiko genangan.

“Memasuki musim hujan, kesiapsiagaan tidak boleh menunggu banjir terjadi. Masyarakat perlu membersihkan saluran air, mengamankan barang berharga, memantau informasi cuaca dan tinggi muka air, serta menyiapkan langkah evakuasi,” imbuh Daryono.

Sementara terhadap pemerintah, perlu memastikan drainase, sungai, pompa, dan pintu air berfungsi optimal, sekaligus memperkuat sistem peringatan dini.

Dia menjelaskan bahwa hujan adalah fenomena alam yang tidak dapat dicegah, tetapi risiko banjir dan dampaknya dapat dikurangi. “Kuncinya adalah mitigasi sejak dini, kesiapsiagaan bersama, dan kecepatan merespons peringatan dini,” katanya.

Terkait hujan deras yang sering disertai angin kencang, Daryono menjelaskan bahwa hujan deras yang disertai angin kencang umumnya berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb).

Ketika udara hangat dan lembap naik, terbentuk awan hujan yang berkembang menjulang tinggi. Di dalam awan, sebagian udara mengalami pendinginan dan bergerak turun dengan cepat.

Ketika arus udara turun mencapai permukaan tanah, udara menyebar secara horizontal sehingga menimbulkan hembusan angin kencang secara tiba-tiba. Dalam kondisi ekstrem, fenomena ini dapat berkembang menjadi downburst yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *