Guntur Romli Balas Pernyataan Faldo PSI Soal Gibran: Dia tidak Mewakili Siapa pun

PORTALUTAMA.NET,JAKARTA — Juru Bicara PSI, Muhammad Guntur Romli memberikan pernyataan tajam ke Ketua DPP PSI, Faldo Maldini.
Ini masih berkaitan isu ijazah yang saat ini dihadapi oleh Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang terus jadi perbincangan hangat.
Dan ini merupakan balasan pernyataan dari Faldo Maldini keduanya sama-sama jadi pembicara di acara Sapa Indonesia Malam di Stasiun Televisi Nasional.
Guntur Romli menyorot dan bicara soal aturan yang disebutnya sudah bengkok. Dan tugas saat ini disebutnya adalah memulihkan kepercayaan masyarakat.
Menurutnya memulihkan kepercayaan masyarakat soal aturan yang disebutnya sudah dimanipulasi jadi tugas hang sangat berat.
“Kita mau bicara aturan tapi aturan yang lama aja sudah dibengkokkan,” kata Guntur Romli.
“Kita harus memulihkan dulu kepercayaan masyarakat bahwa apapun aturan yang akan datang itu tidak pernah dimanipulasi seperti yang dilakukan oleh Gibran, Itu persoalan,” ungkapnya.
Dalam pernyataan ini, Guntur Romli juga tegas mengatakan bahwa sosok Wapres Gibran disebutnya tidak mewakili siapa pun.
Khususnya untuk lulusan dari luar negeri yang disebutnya tidak ada masalah sama sekali dengan surat penyetaraan.
Alasan lulusan luar negeri ini tidak terkendala dengan surat penyetaraan karena menurut Guntur mereka punya ijazah.
Sementara untuk Gibran disebutnya berbeda. Sampai saat ini belum ada wujud asli dari ijazah SMA-nya yang ditunjukkan ditambah merujuk keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
“Dan jangan lupa, Gibran ini tidak mewakili siapa pun. Banyak lulusan luar negeri nggak masalah kok dengan surat penyetaraan,” paparnya.
“Kenapa? Di lulus di punya ijazah asli kalau Gibran kan nggak punya. Jadi tidak usah bawa-bawa lulusan luar negeri yang lain,” jelasnya.
Dan poin lain yang disebut soal Gibran yang mewakili anak muda, Guntur Romli mengatakan pernyataan itu sama sekali tidak sesuai.
Karena Gibran disebutnya mendapatkan privilege langsung dari orang tuanya yang merupakan seorang Presiden.
“Yang kedua Gibran itu tidak mewakili anak muda gituloh. karena dia hanya punya privilege dia anak seorang Presiden,” terangnya.
Itu terbukti disebutnya dalam proses penyetaraan di Kementerian. Guntur menjelaskan biasanya proses penyetaraan itu biasanya sampai tiga minggu dan paling cepat seminggu. Gibran disebutnya cuma sehari.
“Anda tanya proses penyetaraan di Kementerian itu berapa lama itu tiga minggu, seminggu paling cepat. Gibran sampai sehari,” tegasnya.
“Jadi nggak usah bawa-bawa anak muda atau lulusan luar negeri. Karena dia tidak mempresentasikan hal itu, dia mempersentasikan privilege yang dia terima,” pungkasnya.
Source link
