Gus Irfan Ungkap Awal Mula Anak dan Santri Diangkat Jadi Tenaga Ahli Kementerian Haji

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengungkapkan awal mula keterlibatan anak-anak dan para santrinya dalam pembentukan Badan Penyelenggara (BP) Haji pada akhir 2024.
Gus Irfan menjelaskan, saat BP Haji mulai dibentuk, dirinya bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, belum memiliki staf maupun fasilitas kerja yang memadai.
Dalam kondisi tersebut, ia mengaku mendapat bantuan dari anak-anak dan para santrinya. Mereka turut membantu proses pembentukan BP Haji secara sukarela, bahkan tanpa menerima gaji selama tiga hingga empat bulan.
Penjelasan itu disampaikan Gus Irfan saat berada di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (23/10/2026).
“Hanya saya dengan Pak Bang Dahnil saja. Akhirnya Bang Dahnil disambut timnya di—kebetulan beliau dari Kementerian Pertahanan. Saya disambut santri-santri saya, dan sama anak saya,” kata Gus Irfan, dikutip Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan anak-anak dan para santrinya bermula dari kebutuhan untuk membantu menyiapkan badan penyelenggara haji yang baru dibentuk.
Menurut Gus Irfan, mereka datang membantu tanpa diminta dan tidak menerima bayaran selama proses awal pembentukan lembaga tersebut.
“Dan mereka ini yang tanpa diminta membantu pembentukan badan penyelenggara haji itu. Tanpa gaji tanpa apa-apa selama tiga atau empat bulan,” sambungnya.
Setelah proses pembentukan BP Haji berjalan, sebagian orang yang sebelumnya membantu kemudian diangkat menjadi tenaga ahli. Sementara itu, sebagian lainnya kembali menjalani aktivitas masing-masing.
“Sampai kemudian ada beberapa yang saya masukkan menjadi tenaga ahli, ada sebagian kembali ke basic-nya,” ujarnya.
Dua nama anak Gus Irfan yang menjadi perhatian adalah Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz.
Nama keduanya tercantum dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli Menteri Haji dan Umrah.
Dalam keputusan tersebut, terdapat sembilan nama yang masuk dalam daftar tenaga ahli. Selain Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz, nama lainnya adalah Suci Annisa, M. Andy Rahmad Wijaya, Ichsan Marsha, Abdul Rahman Syah Putra Batubara, Thobibuddin, Maria Assegaff, dan Muftiono. (Elva/Fajar)
Source link
