News

Pemilih Jokowi Bisa Terkejut, Yunarto Wijaya Ungkap Mengapa Prabowo Bukan Penerusnya



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki agenda dan arah pembangunan sendiri, berbeda dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, perbedaan itu membuat sebagian pemilih Jokowi terkejut karena sebelumnya berharap pemerintahan Prabowo melanjutkan pola kebijakan pendahulunya.

Yunarto mengatakan, kebijakan yang dijalankan Prabowo selama dua tahun pemerintahan mencerminkan gagasan yang telah lama diyakininya. Ia merujuk buku Paradoks Indonesia dan Solusinya sebagai salah satu gambaran pemikiran Prabowo tentang pembangunan Indonesia.

“Kalau dari sisi substansi kebijakan, Prabowo kita baca bukunya Paradoks Indonesia dan Solusinya. Itu buku yang paling menggambarkan isi kepalanya,” ujar Yunarto dalam tayangan YouTube Helmi Yahya Bicara, dikutip Kamis (22/10/2026).

Ia menilai kebijakan pemerintahan Prabowo sejalan dengan pandangannya mengenai cara membangun negara.

“Apa yang dijalankan selama dua tahun exactly dengan apa yang dia yakini tentang membangun sebuah negara,” jelasnya.

Menurut Yunarto, sejumlah agenda yang menjadi perhatian Prabowo mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, dan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Agenda tersebut, kata dia, berkaitan dengan upaya keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) serta mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam.

“Ketahanan pangan, ketahanan energi, alutsista dalam konteks melepaskan middle income trap, melepaskan kutukan negara tropis yang hidup hanya dari sumber daya alam,” tuturnya.

Ekspektasi Pemilih Jokowi Tak Sepenuhnya Terwujud

Yunarto melihat perbedaan antara Prabowo dan Jokowi terutama dari ekspektasi sebagian pemilih yang mendukung Jokowi pada periode sebelumnya. Mereka semula membayangkan kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2024 akan menghasilkan kesinambungan kebijakan dengan pemerintahan Jokowi.

Harapan tersebut, menurut Yunarto, membuat sebagian pendukung membayangkan pemerintahan Prabowo akan menjadi perpaduan arah kepemimpinan kedua tokoh.

“Tapi yang menurut saya berubah adalah terutama ya segmen pemilih Jokowi yang merasa continuity akan terbangun seperti apa yang dijalankan oleh Jokowi ketika Prabowo terpilih,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bayangan mengenai pemerintahan Prabowo-Jokowi tidak sepenuhnya sejalan dengan arah yang kemudian ditempuh pemerintah.

“Karena imajinasinya adalah pemerintahan Prabowo-Jokowi,” katanya.

Yunarto menilai kedua tokoh memiliki cara pandang berbeda tentang Indonesia. Perbedaan itulah yang, menurut dia, ikut menjelaskan keterkejutan sebagian masyarakat terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *