Jokowi Dituduh Menipu Bangsa, Kader PSI Pasang Badan: Itu Hoaks Mantan yang Kecewa

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, pasang badan membela Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dari tuduhan berat yang menyebutnya telah menipu bangsa Indonesia. Dedy secara tegas menilai narasi miring tersebut sebagai kabar bohong (hoax) yang sengaja dihembuskan oleh kelompok-kelompok politik yang hingga kini belum bisa menerima hasil kontestasi pemilu.
Melalui unggahan di akun X pribadinya, Dedy turut merespons serangan verbal yang menyeret keberadaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di lingkaran kepemimpinan nasional. Ia menegaskan bahwa posisi Gibran sebagai orang nomor dua di Republik Indonesia murni lahir dari mekanisme pemilihan umum yang sah.
“Wapres ada karena Presiden, kalau bukan karena Presiden Wapres jelas ngga bakal ada saat ini,” tulisnya di akun X, dikutip Selasa (20/10/2026).
Pernyataan menohok dari kader PSI tersebut dilontarkan sebagai jawaban atas serangan terbuka aktivis sosial Islah Bahrawi di media sosial. Sebelumnya, Islah secara blak-blakan melayangkan tudingan tajam yang mengaitkan sosok Jokowi dan posisi Gibran sebagai Wakil Presiden.
“Ada yang tanya, Jokowi pernah nipu apa kepada bangsa ini?” ungkap dia di akun X.
Islah bahkan tak segan menyebut posisi kepemimpinan Gibran sebagai bentuk dampak dari dugaan penipuan politik tersebut.
“Noh, produk tipuannya masih idup jadi Wapres!” lanjutnya.
Merespons tudingan ofensif tersebut, Dedy menegaskan bahwa Presiden dan Wakil Presiden yang menjabat saat ini merupakan representasi legitimasi dari kedaulatan rakyat. Menurutnya, tuduhan bahwa Jokowi melakukan penipuan terhadap masyarakat Indonesia adalah opini tak berdasar yang hanya didorong oleh rasa sakit hati politik pascapilpres.
“Presiden dan Wapres adalah produk langsung demokrasi Indonesia lewat pemilu,” ujarnya.
Dedy pun menandaskan bahwa serangan opini yang diarahkan kepada Jokowi dan Gibran jelang dua tahun masa kepemimpinan nasional ini hanyalah wujud ketidakpuasan dari barisan lawan politik yang belum move on.
“Tuduhan Jokowi menipu adalah tuduhan HOAX yang datang dari para mantan yang kelihatannya masih kecewa sampai sekarang,” tambah dia.
(zak/fajar)
Source link
