BGN Klaim Siswa Lapar saat Belajar Tersisa16 Persen Berkat MBG, Ruby Kay: Dari Mana Dapat Angka Itu?

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Klaim Badan Gizi Nasional (BGN) soal penurunan drastis angka siswa yang berangkat sekolah dalam keadaan lapar usai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan.
Konten kreator Ruby Kay yang juga alumni Universitas Airlangga menilai klaim yang disampaikan Kepala BGN, Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar, tidak masuk akal secara logika program.
Sudaryono menyebut berdasarkan data penelitian, persentase peserta didik yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar turun dari 56 persen menjadi 16 persen setelah pelaksanaan MBG.
“Alhamdulillah, dengan adanya program MBG ini, dari 56 persen peserta didik yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar, turun 50 persen menjadi 16 persen. Kami berharap angka ini bisa terus turun hingga nol, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar,” ujarnya dalam peresmian SPPG wilayah 3T di Aceh Besar.
Pernyataan tersebut langsung dikritisi Ruby. Menurutnya, metodologi klaim tersebut janggal karena MBG dibagikan di sekolah, bukan sebelum siswa berangkat dari rumah.
“Abis baca berita kayak gini, jidat gue langsung mengkerut. Apalagi ada klaim yang gak masuk akal,” kata Ruby dalam kontennya yang dikutip, Senin, 20 Oktober 2026.
Ruby menjelaskan, BGN mengklaim sejak ada MBG, siswa yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar turun drastis dari 56 persen menjadi 16 persen. Padahal, untuk menguji kebenaran pernyataan itu sangat mudah.
“Apakah siswa menerima MBG sebelum mereka berangkat ke sekolah? Tidak. Apakah ada MBG yang dibagikan langsung ke rumah siswa sebelum jam 7 pagi? Tidak ada. Lalu dari mana BGN dapat angka itu?” sindir Ruby.
Menurut Ruby, MBG secara jadwal dibagikan saat jam istirahat sekolah atau siang hari, sehingga tidak mungkin memengaruhi kondisi lapar siswa saat berangkat pagi hari.
Sebagai tambahan informasi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan siswa yang berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar berkurang sejak ada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono memaparkan bahwa selain memenuhi kebutuhan pangan, MBG juga berkaitan dengan peningkatan konsumsi protein hewani pada peserta didik. Berdasarkan data yang disampaikan Sudaryono, tingkat konsumsi protein hewani meningkat dari 26 persen sebelum program menjadi 84 persen setelah program berjalan.
Peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya ketersediaan makanan bergizi bagi anak-anak usia sekolah. Protein hewani seperti telur, ikan, ayam, dan daging, merupakan bagian dari asupan yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Source link
