News

Rocky Gerung: Elegan Kalau Gibran Bilang Saya Tidak Layak Lagi



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, buka suara mengenai  nasib Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara persyaratan pendidikan putra sulung Jokowi tersebut.

Rocky menilai persoalan itu berpotensi terus bergulir dan memicu perdebatan politik di ruang publik.

Ia menyinggung kemungkinan berlanjutnya proses di parlemen serta mengingatkan masyarakat sipil agar mengawal perkembangan perkara tersebut.

Dikatakan Rocky, salah satu jalan untuk meredam polemik adalah kesadaran moral Gibran dalam menyikapi pertimbangan hukum yang muncul dalam putusan MK.

Rocky Sebut Polemik Gibran Bisa Berlanjut

Rocky mengatakan, penggunaan istilah hukum dalam membaca putusan MK dapat memengaruhi cara publik memahami persoalan yang menyangkut kedudukan Gibran sebagai wakil presiden.

“Ini penggunaan istilah itu yang menentukan nasib opini publik, opini publik dimain-mainkan. Hanya dengan upaya untuk menyelamatkan kesempatan sempit untuk masih mencari bukti supaya Gibran masih punya hak untuk jadi wakil presiden” ujar Rocky, dikutip fajar.co.id, Sabtu (10/10/2026).

Ia memperkirakan polemik tersebut belum akan segera berakhir. Rocky juga menyoroti kemungkinan persoalan itu kembali menjadi perdebatan ketika memasuki ranah parlemen.

“Jadi sekali lagi, masalah ini akan jadi panjang karena tadi Mahkamah Konstitusi mengirimkan paket yang sebetulnya sudah final tapi begitu dibuka di DPR dibongkar lagi,” tukasnya.

Rocky kemudian menyinggung kepentingan politik yang menurutnya dapat memengaruhi dinamika setelah putusan MK.

“Kenapa? Ya di situ ada kepentingan. Maka Mahkamah Konstitusi dia punya kepentingan untuk tukar tambah politik,” imbuhnya.

Rocky memperkirakan perdebatan tersebut dapat berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

“Maka saya kira problem-problem ini masih akan berlanjut mungkin 10, 12 minggu. Dan pada saat yang sama, demagogi politik mulai berlangsung. Akan ada meme,” ucap dia.

Isu Legitimasi dan Kedatangan Jokowi ke Kertanegara

Rocky juga menggambarkan kemungkinan munculnya beragam narasi politik di tengah perdebatan mengenai kedudukan Gibran.

“Presiden punya pasangan ilegal. Presiden tidak mampu untuk memutuskan karena masih tergantung pada rezim sebelumnya,” jelasnya.

Ia turut menyinggung berbagai tafsir yang berkembang mengenai kedatangan Jokowi ke Kertanegara. Rocky menyebut peristiwa itu bisa memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Lalu timbul interpretasi macam-macam, kenapa Pak Jokowi datang ke Kertanegara? Mau nego, mau menekan, mau mengingatkan perjanjian politik,” ungkapnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *