News

Fritz Alor Boy: Sebenarnya yang Mereka Targetkan Bukan Hanya Mas Gibran, tapi Juga kepada Prabowo



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Gugatan Denny Indrayana dan sejumlah pihak ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden terus menuai respons.

Ketua Perkumpulan Anak Jokowi (PAJO) Fritz Alor Boy meminta pendukung Gibran tidak jemawa menghadapi perkara tersebut. Menurutnya, persoalan yang sedang diuji di MK tidak hanya berkaitan dengan posisi Gibran, tetapi juga dapat berdampak terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Fritz beralasan Prabowo dan Gibran merupakan pasangan calon pada Pilpres 2024 yang kemudian ditetapkan sebagai pasangan terpilih. Berdasarkan data resmi KPU, pasangan Prabowo-Gibran meraih 96.214.691 suara atau 58,59 persen suara sah nasional.

“Jangan angkuh dulu, jangan bangga dulu ketika melihat Denny Indrayana CS, termasuk ada Partai Ummat yang kalah Pilpres. Orang-orang kalah Pilpres ini mengajukan gugatan memprotes terkait dengan syarat untuk maju presiden dan wakil presiden,” ujar Fritz, dikutip fajar.co.id, Minggu (4/10/2026).

Menurut Fritz, gugatan tersebut berkaitan dengan sejumlah ketentuan dalam UU Pemilu yang menurutnya dapat memengaruhi posisi Gibran.

“Lebih khususnya pada pasal 169, ada juga pasal 227 huruf L, ada juga pasal 240 huruf B yang diganggu ini. Dampaknya bukan pada Wapres Gibran saja, tapi dampaknya akan kena pada Presiden Prabowo Subianto juga,” tukasnya.

Fritz Sebut Prabowo-Gibran Satu Paket

Fritz kemudian menekankan posisi Prabowo dan Gibran sebagai pasangan dalam Pilpres 2024. Ia meminta pendukung Gibran tidak menganggap perkara tersebut sebagai persoalan yang hanya menyangkut Wakil Presiden.

“Kenapa? Karena Presiden Prabowo dan Mas Gibran ini adalah satu paket. Satu paket. Jadi ketika gugatan Denny Indrayana itu lebih menyinggung pada Mas Gibran ijazahnya, jangan anda sombong, jangan Anda senang dulu,” ucap dia.

Fritz berpandangan bahwa gugatan tersebut tidak hanya menyasar Gibran. Ia mengaitkannya dengan konsekuensi politik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Kenapa? Sebenarnya yang mereka targetkan bukan hanya Mas Gibran, tapi juga kepada Bapak Prabowo. Supaya jagoan mereka Pak Anies Baswedan, pemenang kedua menang, dapat naik bisa menggantikan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden ini,” katanya.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Fritz mengenai tujuan gugatan. Dalam permohonan resmi yang terdaftar di MK dengan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, para pemohon memang meminta MK menyatakan Gibran tidak memenuhi syarat pendidikan, mendiskualifikasinya sebagai calon wakil presiden, serta membatalkan penetapan dan pelantikannya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *