News

Sebelum Rafli Tewas Diduga Tertembak, 5 Polisi Hadapi Massa Lebih dari 100 Orang di Jalur Gaza Makassar



PORTALUTAMA.NET, MAKASSAR — Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkapkan kondisi di lokasi bentrokan antara kelompok Kandea dan Bunga Eja, Kecamatan Tallo, yang kerap disebut ‘Jalur Gaza Makassar’, sebelum warga bernama Rafli Ramadhani (19) meninggal dunia, Minggu (27/9/2026) dinihari.

Arya mengatakan, polisi yang tiba di lokasi harus menghadapi situasi yang cukup genting.

Massa yang terlibat tawuran disebut berjumlah lebih dari 100 orang, sementara personel kepolisian yang berada di lokasi hanya lima orang.

Dalam situasi tersebut, polisi berupaya membubarkan massa untuk mencegah jatuhnya korban dari kedua kelompok.

Polisi Berupaya Bubarkan Massa

Arya menjelaskan, tindakan personel di lapangan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi yang terjadi ketika itu.

“Tindakan anggota polri di lapangan tentu melihat kondisi dan situasi yang terjadi saat itu, itu yang pertama. Sudah di sampaikan sejak awal ada laporan tentang pertikaian kelompok antar dua kubu Kandea dengan Bunga Eja,” ujar Arya kepada awak media, Minggu (27/9/2026).

Dikatakan Arya, jumlah massa yang terlibat bentrokan diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang.

“Jumlah orang yang tawuran di sana diperkirakan lebih dari 100 orang. Anggota yang datang ke sana tadi disampaikan ada lima orang,” tukasnya.

Lima personel tersebut kemudian berupaya memisahkan kedua kelompok agar bentrokan tidak semakin meluas.

“Tindakan yang dilakukan oleh anggota kepolisian adalah membubarkan kelompok supaya tidak terjadi korban di antara kedua bela pihak,” sebutnya.

Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan

Dalam upaya membubarkan massa, polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan.

“Sehingga dilakukan tembakan peringatan. Harapannya semua massa bubar, tetapi anggota diserang oleh massa yang ada di situ yang membawa tameng dari triplek juga melemparkan batu dan melepaskan panah busur, itu kondisinya,” kata Arya.

Arya menjelaskan, lima personel tersebut terbagi untuk menghadapi dua kelompok massa. Dua anggota berada di salah satu sisi, sementara tiga lainnya berada di sisi kelompok yang lain.

“Sehingga dua orang di hadapan massa ini mengalami pelemparan batu dan pelemparan busur, sehingga melakukan tembakan peringatan,” ungkapnya.

Polisi Dalami Kemungkinan Tembakan Mengenai Korban

Terkait meninggalnya Rafli, Arya mengatakan pihaknya masih mendalami apakah tindakan anggota di lapangan berkaitan dengan luka yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Masih kami dalami kondisi tersebut apakah membuat anggota tersebut mengeluarkan tembakan sehingga terjadinya korban. Ini masih di dalami yah, karena kami tidak di TKP, yang di TKP kan anggota,” terangnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *