News

Kepala Sekolah se-Makassar Diultimatum, Diminta Pastikan Tidak Ada Bullying di Sekolah



PORTALUTAMA.NET,MAKASSAR — Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Makassar diminta memastikan tak ada perundungan atau bullying di sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi. Disampaikan langsung di hadapan ratusan kepala sekolah SD dan SMP di Kota Makassar.

Dia meminta seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa hingga orang tua, mengambil peran aktif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.

“Bullying ini harus cepat diatasi, kita harus menjadi fungsi yang bersama-sama,” kata Appi, dikutip Rabu (23/9/2026). 

Menurut Appi, fonomen tersebut mengkhawatirkan. Karenanya perlu pencegahan perundungan.

Appi menegaskan, pihak Sekolah harus mampu mendeteksi tanda-tanda perundungan sejak dini dan melakukan intervensi secara cepat.

“Guru, kepala sekolah, orang tua untuk memastikan mampu mendeteksi dini  dan melihat tanda-tanda yang sudah terjadi di sekolah yang harus terus cepat terintervensi,” tegas Appi.

Dia mengingatkan, dampak perundungan tidak berhenti pada saat kejadian. Pengalaman kekerasan yang dialami anak dapat meninggalkan persoalan panjang apabila tidak ditangani secara tepat.

“Bullying ini bukan cuma persoalan hari ini, tapi ini persoalan yang akan sangat panjang ke depannya. Bayangkan kalau anak-anak bullying itu punya dendam karena kaitan mental,”  ujarnya.

Karena itu, Ketua IKA FH Unhas itu meminta tidak ada kekerasan di sekolah dibiarkan. Setiap indikasi perundungan harus segera ditangani bersama agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Saya berharap ini tidak boleh terjadi. Kekerasan di sekolah yang terjadi tidak boleh dibiarkan karena ini dampaknya luas,” tuturnya.

Appi juga menekankan pentingnya membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah, termasuk dalam interaksi sehari-hari.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, budi pekerti, tata krama dan akhlak.

Dia mengatakan. pemerintah ingin memastikan anak-anak Makassar memperoleh pendidikan yang berkualitas, bukan sekadar pendidikan dengan biaya murah tetapi tanpa kualitas yang memadai.

“Sejak awal kepemimpinan kami, Pemerintah kota telah membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperbaiki sistem pendidikan, termasuk pola pendampingan, bimbingan, pengajaran serta pembenahan infrastruktur sekolah,” pungkasnya. 

(Arya/Adv/Fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *