Gandeng Ray Janson, Jiwa Group Eksplorasi Karakter Rasa Masakan Jepang
Jiwa Group berkolaborasi dengan Chef dan Restaurateur Ray Janson untuk mengeksplorasi karakter rasa masakan Jepang. Kolaborasi itu hadir dalam sajian menu toast yakni Goma Chicken Toast, dan Menchi Beef Katsu Toast.
CEO Jiwa Group Billy Kurniawan mengatakan, eksplorasi tersebut menjadi upaya untuk menyajikan menu makanan yang sudah dikenal, namun dikembangkan dengan perspektif baru.
“Kolaborasi dengan Chef Ray Janson menjadi salah satu cara kami untuk terus mengeksplorasi hal-hal baru dan menghadirkan pengalaman yang relevan bagi teman sejiwa,” kata Billy dalam keterangan resminya pada Rabu (23/9).
Dengan latar belakang pengalaman yang luas, kata Billy, Ray tidak sekadar menghadirkan elemen Jepang. Melainkan mencari cara agar karakter rasa tetap diterima dalam konteks makanan sehari-hari.
“Dengan pengalaman Ray di industri kuliner serta pendekatannya yang eksploratif terhadap makanan, kami melihat adanya keselarasan dengan semangat Janji Jiwa untuk terus berinovasi. Melalui a twist of Japan, kami ingin melihat bagaimana karakter toast Janji Jiwa yang sudah familiar dapat dieksplorasi melalui perspektif dan inspirasi baru,” ujar Billy.
Dari sisi menu, kata Ray, Goma Chicken Toast memadukan toasted bread dengan ayam crispy rasa pedas, kol, mayones, saus wijen, dan bawang putih. Perpaduan itu menghadirkan rasa gurih, dan tekstur renyah dengan karakter wijen, serta bawang putih goreng yang memperkaya seluruh sajian.
Sementara itu, tambah Ray, Menchi Beef Katsu Toast memberikan sensasi toasted bread dengan crispy beef menchi katsu, kol, mayonnaise mustard, serta saus khas Jepang yang memiliki karakter manis dan gurih.
Kedua menu itu, kata Ray, menjadi interpretasi a twist of Japan yang hadir dalam format yang lebih dikenal. Bukan sebagai hidangan Jepang pada umumnya, melainkan sebagai makanan sehari-hari.
“Kolaborasi dengan Jiwa Group menjadi satu pengalaman yang membawa challenge baru bagi saya. Toast Janji Jiwa telah dikenal luas dan menjadi favorit banyak orang,” ujar Ray.
