News

Prof Jimly Asshiddiqie Minta MKD Proses Anggota Dewan yang Video Call Sambil Julurkan Lidah saat Rapat



PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pakar Hukum Tata Negara, Prof Jimly Asshiddiqie angkat suara terkait prilaku tak etis anggota DPP RI, yang video call saat sedang rapat.

Dia menilai, perilaku anggota dewan tersebut sudah semestinya mendapat atensi dari Mahkamah Kehormatan (MK) DPR, dan memprosesnya sebagai sebuah pelanggaran terhadap kode etik DPR.

“Oleh MKD (Mahkamah Kehormatan DPR) ini mestinya dijadikan temuan kasus pelanggaran kode etik DPR dan segera diproses sebagaimana mestinya,” kata Prof Jimly Selasa (22/9/2026).

Anggota DPR dimaksud yakni Moreno Soeprapto. Dia tertangkap kamera melakukan video call sambil melet-melet saat sedang berlangsung rapat.

Ironisnya, aksi video call yang belakangan diketahui sebagai anggota Fraksi Gerindra DPR RI itu, dilakukan tepat di samping anggota dewan lain yang sedang berbicara.

Makanya, aksi video call Moreno Soeprapto itu semakin mencolok karena anggota DPR RI Fraksi PDIP, Yulian Gunhar sedang menyampaikan pendapat tepat di sampingnya.

Akibat aksi video call sambil melet-melet saat rapat itu, videonya menyebar luas dan viral di media sosial. Sejumlah pihak pun mengecam perilaku anggota dewan tersebut karena tidak memperhatikan etika rapat di DPR.

Ada juga netizen berpendapat bahwa anggota dewan tersebut seharusnya minta izin ke luar dari ruang rapat, jika terpaksa harus berkomunikasi dengan pihak luar sehingga tidak mengganggu jalannya rapat.

Setelah videonya tersebut menyebar luas dan viral, Moreno Soeprapto lantas memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas peristiwa itu. Dia mengaku video call dengan salah seorag anaknya yang baru keluar dari rumah sakit.

Terkait rapat tersebut, dia mengaku mengikuti jalannya rapat hingga menyampaikan sejumlah pandangan terkait masalah yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Diketahui, aksi video call itu terjadi saat Komisi XII DPR RI melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Utama MIND ID pada Selasa (15/9/2026) lalu. Rapat itu membahas seputar persoalan sektor pertambangan dan hilirisasi.

Saat menyampaikan permintaan maaf, Moreno Soeprapto didampingi istrinya. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa aksinya itu semata untuk menghibur anaknya yang masih rewel dan rindu kepadanya karena baru keluar rumah sakit. (fajar)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *