Ray Rangkuti Heran Lihat Gibran Tidak Dibela Partai Pengusung: Memang Kurang Harmonis Istana Ini

PORTALUTAMA.NET, JAKARTA — Pengamat politik, Ray Rangkuti, mempertanyakan sikap partai politik yang mendukung Presiden ke-7 RI Jokowi dan anaknya yang saat ini menjadi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ketika polemik mengenai persoalan ijazah terus bergulir.
Ray melihat, dalam dua isu yang berkaitan dengan keluarga Jokowi, pihak yang lebih banyak tampil memberikan pembelaan justru datang dari kalangan relawan.
Polemik terbaru berkaitan dengan Gibran juga memasuki ranah Mahkamah Konstitusi setelah Denny Indrayana bersama sejumlah pemohon mengajukan perkara yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran sebagai calon wakil presiden.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkara tersebut tercatat dengan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026.
Ray Pertanyakan Peran Parpol
Menurut Ray, situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai posisi partai politik yang sebelumnya memberikan dukungan secara resmi kepada Jokowi maupun Gibran dalam kontestasi politik.
Ia membandingkan respons dalam polemik yang menyangkut Jokowi dengan persoalan yang kini dihadapi Gibran.
“Di kasus Pak Jokowi, dugaan ijazah palsunya Pak Jokowi, yang muncul itu relawan. Di kasus Gibran, sejauh ini yang saya lihat juga muncul adalah relawan,” ujar Ray, dikutip fajar.co.id, Senin (21/9/2026).
Ray kemudian mempertanyakan mengapa pembelaan terhadap keluarga Jokowi lebih terlihat datang dari relawan ketimbang partai politik yang secara resmi pernah menjadi bagian dari barisan pendukung.
“Jadi kok Pak Gibran itu kemana-mana, keluarga Pak Jokowi ini kemana-mana dibela oleh relawan? Pertanyaan saya, kemana partai politiknya?,” tukasnya.
Pertanyakan Sikap Golkar, PAN hingga Demokrat
Ray menekankan bahwa partai politik memiliki alasan untuk memberikan penjelasan ketika figur yang sebelumnya mereka dukung menghadapi persoalan politik maupun hukum.
Ia menyebut polemik mengenai dugaan ijazah Jokowi semestinya juga mendapat respons dari partai politik yang pernah memberikan dukungan politik kepadanya.
“Mestinya ijazah palsu yang diduga dilakukan oleh Pak Jokowi dibela oleh partai politik,” kata dia.
Ray kemudian menyinggung dukungan partai dengan proses politik yang membawa Jokowi menjadi presiden.
“Karena yang mendukung Pak Jokowi secara administratifenjadi presiden itu adalah partai politik,” jelasnya.
Ray Rangkuti: Mana Golkar? Tidak Bersuara
Sentilan Ray kemudian diarahkan pada sejumlah partai yang selama ini dikenal berada dalam barisan pendukung pemerintahan maupun Gibran.
Ia mempertanyakan mengapa respons dari partai-partai tersebut tidak terlihat sekuat suara para relawan ketika persoalan Gibran kembali mencuat.
Source link
